Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Bongkar Faisal Asegaf: Israel Diam-Diam Simpan 200 Bom Nuklir, Iran Justru Nol!

Bherliana Naysila Putri Suwandi • Kamis, 2 Oktober 2025 | 21:20 WIB
Bongkar Faisal Asegaf: Israel Diam-Diam Simpan 200 Bom Nuklir, Iran Justru Nol!
Bongkar Faisal Asegaf: Israel Diam-Diam Simpan 200 Bom Nuklir, Iran Justru Nol!

BLITAR - Selama ini publik dunia digiring pada narasi bahwa Iran berbahaya karena mengembangkan senjata nuklir. Namun pengamat Timur Tengah Faisal Asegaf membantah klaim tersebut. Ia justru mengungkap fakta mengejutkan: Israel yang diam-diam sudah punya 200 bom atom.

“Iran sampai hari ini belum terbukti punya nuklir. Mereka justru membuka diri untuk diaudit oleh IAEA. Sebaliknya, Israel sudah lama punya sekitar 200 bom nuklir, tapi menolak masuk Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT),” tegas Faisal dalam perbincangan yang kini viral.

Iran Dituding, Israel Disembunyikan

Menurut Faisal, isu senjata nuklir sering dipakai sebagai alat propaganda untuk menekan Iran. Padahal, fakta di lapangan justru menunjukkan Israel yang menyimpan bom nuklir secara diam-diam.

“Kenapa dunia diam ketika Israel menolak masuk NPT? Kenapa hanya Iran yang terus dicurigai? Ini standar ganda yang harus dibongkar,” ujarnya.

Faisal menambahkan, Iran berkali-kali menegaskan bahwa program nuklirnya hanya untuk kepentingan energi. Sementara Israel, meski jelas-jelas punya bom atom, tetap tidak tersentuh karena mendapat dukungan penuh dari Amerika Serikat dan sekutunya.

Strategi Israel Menyerang Lebih Dulu

Faisal juga menyinggung alasan Israel melancarkan serangan mendadak ke fasilitas Iran pada awal Juni 2025. Ia menilai, serangan itu bukan semata-mata untuk menghentikan program nuklir, tapi bagian dari strategi intelijen.

“Israel sengaja menyerang lebih dulu. Targetnya bukan cuma nuklir, tapi juga untuk memperlemah pemerintahan Iran dan mengganti rezim yang anti-Zionis,” jelasnya.

Serangan tersebut menewaskan enam komandan senior Iran. Tak heran jika Iran kemudian membalas dengan meluncurkan ratusan rudal ke Tel Aviv dan Haifa.

Fakta yang Jarang Dibahas

Faisal menekankan, informasi soal keberadaan bom nuklir Israel jarang muncul di media arus utama. Banyak pihak memilih diam karena takut bersinggungan dengan lobi politik Israel di Barat.

“Kalau publik tahu Israel punya bom nuklir, mitos mereka sebagai korban akan runtuh. Selama ini mereka mainkan narasi sebagai bangsa terancam, padahal justru punya senjata paling mematikan di kawasan,” ungkap Faisal.

Ia menyebut, data tentang kepemilikan bom nuklir Israel sebenarnya sudah lama diketahui oleh para peneliti internasional. Namun, negara-negara besar memilih bungkam dan hanya fokus mengawasi Iran.

Reaksi Publik

Pernyataan Faisal Asegaf ini menuai beragam reaksi. Sebagian mendukung, menyebut informasi tersebut membuka mata publik soal standar ganda internasional.

“Kalau benar Israel punya 200 bom atom, dunia harusnya lebih takut pada mereka, bukan pada Iran,” tulis salah satu komentar netizen di media sosial.

Namun ada juga yang skeptis, menilai klaim itu perlu verifikasi lebih lanjut. Meski begitu, fakta bahwa Israel tidak tergabung dalam NPT memang sulit dibantah.

Konteks Geopolitik

Faisal menegaskan, pembongkaran fakta ini penting untuk memahami dinamika geopolitik Timur Tengah. Selama Israel tetap menyimpan senjata nuklir tanpa pengawasan, ketegangan di kawasan akan terus terjadi.

“Kalau bicara damai, semua pihak harus adil. Jangan hanya tekan Iran, tapi biarkan Israel simpan bom nuklir. Itu namanya bukan perdamaian, tapi penjajahan,” tutup Faisal.

Editor : Anggi Septian A.P.
#faisal assegaf #Israel #nuklir #iran