Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Faisal Asegaf Sindir Trump: “Takut Tel Aviv Jadi Gaza!”

Bherliana Naysila Putri Suwandi • Kamis, 2 Oktober 2025 | 22:20 WIB
Faisal Asegaf Sindir Trump: “Takut Tel Aviv Jadi Gaza!”
Faisal Asegaf Sindir Trump: “Takut Tel Aviv Jadi Gaza!”

BLITAR - Pengamat Timur Tengah Faisal Asegaf melontarkan sindiran pedas kepada Donald Trump dan Amerika Serikat terkait konflik terbaru antara Iran dan Israel. Menurut Faisal, sikap Trump yang mendorong gencatan senjata justru menunjukkan kepanikan Amerika.

“Trump itu takut kalau perang berlanjut, Tel Aviv bisa jadi Gaza. Makanya dia ribut minta gencatan senjata. Lucu sekali, biasanya Amerika sok jagoan, sekarang ketakutan,” ujar Faisal dalam pernyataannya yang viral di media sosial.

Amerika Jadi “Bodyguard” Israel

Selama ini Amerika Serikat dikenal sebagai sekutu terkuat Israel. Dukungan ekonomi, militer, hingga veto di PBB selalu digelontorkan Washington demi melindungi Tel Aviv. Namun bagi Faisal, konflik terbaru dengan Iran menunjukkan sisi lain.

“Amerika ibarat bodyguard Israel. Tapi begitu bosnya dihajar, bodyguardnya panik. Padahal biasanya kalau ada masalah di Timur Tengah, mereka langsung ancam pakai kapal induk,” katanya.

Sindiran Faisal ini sekaligus menyinggung reputasi AS yang selalu mengklaim sebagai polisi dunia. “Polisi dunia kok sekarang ketakutan? Itu artinya, mitos Israel dan Amerika sebagai pasangan superpower sudah mulai retak,” tambahnya.

Trump Dorong Gencatan Senjata

Donald Trump, yang tengah bersiap maju kembali dalam pemilihan presiden AS, memang mendorong gencatan senjata pascaserangan rudal Iran pada Juni 2025. Menurut Faisal, langkah itu lebih karena faktor politik dalam negeri.

“Trump tak mau wibawa Amerika jatuh gara-gara Iran bikin Israel kocar-kacir. Kalau rakyat AS lihat Tel Aviv babak belur, bisa runtuh citra Amerika sebagai pelindung,” jelas Faisal.

Ia menilai, sindiran itu bukan tanpa alasan. Selama ini Washington kerap membela Israel mati-matian di forum internasional. Namun saat Iran benar-benar menghantam, Trump justru mundur.

“Israel Bisa Jadi Gaza”

Pernyataan paling tajam Faisal adalah soal kemungkinan Israel bernasib sama seperti Gaza. “Trump takut kalau perang dilanjutkan, Israel bisa hancur seperti Gaza. Itu bukan sekadar hiperbola, tapi ancaman nyata dari serangan rudal hipersonik Iran,” ungkapnya.

Menurut Faisal, ucapan itu adalah sindiran telak terhadap arogansi Amerika dan Israel. “Selama ini mereka selalu bilang Gaza harus dihancurkan. Sekarang lihat, Tel Aviv pun bisa jadi Gaza. Dunia jadi terbalik,” katanya.

Reaksi Publik Dunia

Sindiran Faisal tersebut ramai mendapat respons warganet. Banyak yang menganggap komentarnya mewakili keresahan dunia internasional yang muak dengan standar ganda Amerika.

“Akhirnya ada yang berani buka kartu. Amerika itu cuma takut citra jatuh, bukan benar-benar peduli perdamaian,” tulis salah satu komentar di X (Twitter).

Sebagian lain menyebut ucapan Faisal sebagai sindiran paling tajam tahun ini. “Keras tapi ngena. Kalau Trump baca pasti kepanasan,” tambah komentar lain.

Momentum Baru

Bagi Faisal Asegaf, perang Israel–Iran bukan hanya soal konflik militer, tapi juga momentum untuk membongkar kemunafikan politik global.

“Ini bukan sekadar perang rudal. Ini perang narasi. Iran sudah membalikkan opini dunia. Amerika panik, Israel kocar-kacir, Palestina kembali punya harapan,” pungkasnya.

Prof. Dr. Endang Widi Winarni, M.Pd. narasumber workshop dari Universitas Bengkulu.
Prof. Dr. Endang Widi Winarni, M.Pd. narasumber workshop dari Universitas Bengkulu.
Photo
Photo
Photo
Photo
Editor : Anggi Septian A.P.
#faisal assegaf #palestina #Israel #iran #donald trump