Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Ijazah Jokowi Dipersoalkan, Relawan Tegaskan Asli dan Sudah Diuji Puslabfor Polri

Anggi Septiani • Rabu, 15 Oktober 2025 | 02:00 WIB
Ijazah Jokowi Dipersoalkan, Relawan Tegaskan Asli dan Sudah Diuji Puslabfor Polri
Ijazah Jokowi Dipersoalkan, Relawan Tegaskan Asli dan Sudah Diuji Puslabfor Polri

BLITAR – Isu lama soal ijazah Jokowi kembali menjadi sorotan publik. Setelah pengamat kebijakan publik Bonatua Silalahi menerima salinan dokumen ijazah Presiden ke-7 Republik Indonesia itu dari KPU DKI Jakarta, muncul dugaan adanya kejanggalan dalam legalisasi ijazah tersebut. Namun, kubu relawan Jokowi Mania (Joman) menegaskan, tudingan tersebut tidak berdasar karena ijazah Jokowi telah dinyatakan asli dan lolos uji forensik.

Penyerahan salinan ijazah Jokowi dilakukan oleh KPU DKI Jakarta kepada Bonatua Silalahi. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari permohonan keterbukaan informasi publik terkait dokumen pencalonan Joko Widodo saat maju sebagai Gubernur DKI Jakarta periode 2012–2017.

Bonatua datang ke kantor KPU DKI Jakarta di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, bersama sejumlah pihak yang terlibat dalam kasus tudingan ijazah palsu Jokowi. Dalam keterangannya, ia mengaku menemukan kejanggalan pada dokumen tersebut, khususnya pada bagian legalisasi yang tidak mencantumkan tanggal penerbitan.

“Memang tanggalnya tidak dikasih tahu. Terus terang saya kurang puas,” ujar Bonatua. Ia menilai seharusnya KPU menyertakan penjelasan atau uji konsekuensi atas beberapa bagian yang dihapus dalam dokumen tersebut. “Kenapa nama dihapus, kenapa tanda tangan dihapus? Menurut saya, tidak ada konsekuensi buruk terhadap yang punya ijazah,” lanjutnya.

Bonatua mempertanyakan alasan dihapusnya beberapa bagian pada salinan ijazah Jokowi yang ia terima. Menurutnya, sesuai ketentuan Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP), informasi yang bersifat pribadi memang dapat disamarkan atau dihitamkan, bukan dihapus. Namun dalam dokumen yang diterimanya, beberapa data tampak hilang.

“Biasanya kalau mengikuti Undang-Undang KIP, itu dihitamkan, bukan dihapus. Tapi ini dihapus. Jadi saya melihat ada yang disembunyikan,” tegasnya. Ia mengaku akan menindaklanjuti temuan ini dengan permintaan klarifikasi lebih lanjut ke pihak KPU DKI maupun KPU Pusat.

Meski begitu, Bonatua menekankan bahwa tujuannya bukan untuk menjatuhkan pihak manapun, melainkan memastikan keterbukaan informasi publik berjalan sesuai prosedur. “Ini soal hak publik untuk tahu. Jangan sampai ada yang ditutup-tutupi,” katanya.

Menanggapi langkah Bonatua dan tim Roy Suryo CS, Wakil Ketua Umum Relawan Jokowi Mania, Andi Azwan, menyebut upaya mereka sebagai bentuk penggiringan opini publik. Menurutnya, dokumen yang mereka peroleh bukan bukti baru dan justru sudah pernah diuji sebelumnya oleh Puslabfor Polri.

“Pada dasarnya, ini bukan bukti baru. Sudah dicek oleh Puslabfor Polri dan hasilnya menunjukkan tidak ada yang janggal,” ujar Andi. Ia menegaskan, narasi ijazah Jokowi palsu hanyalah isu lama yang terus dihidupkan kembali menjelang momentum politik tertentu.

Andi juga menambahkan bahwa Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagai institusi pendidikan tempat Jokowi menempuh kuliah, telah mengeluarkan salinan legalisasi resmi. Menurutnya, hal itu sudah cukup membuktikan keaslian ijazah Jokowi dan menutup semua spekulasi yang berkembang.

“Salinan legalisir itu jelas dikeluarkan oleh institusi resmi yaitu UGM. Itu menandakan bahwa ijazah Jokowi asli dan memang ada di tangan beliau,” tegasnya.
Andi meminta masyarakat tidak mudah termakan isu yang belum tentu benar. Ia juga mengingatkan bahwa tudingan tanpa bukti hanya akan memperkeruh suasana dan menciptakan kebingungan di publik.

Sejumlah pengamat menilai bahwa polemik ijazah Jokowi sebenarnya sudah selesai sejak lama. KPU, UGM, dan lembaga terkait telah menegaskan keaslian dokumen tersebut. Bahkan, keaslian ijazah Jokowi juga menjadi bagian dari verifikasi resmi saat dirinya mencalonkan diri sebagai presiden dan gubernur.

Andi Azwan menegaskan, relawan Jokowi Mania akan terus mengawal kebenaran di ruang publik. “Sudah jelas ijazah beliau sah secara hukum dan akademik. Jangan lagi ada yang memutar ulang isu lama hanya untuk mencari perhatian,” katanya.

Bagi pihak relawan, langkah yang dilakukan Roy Suryo CS dinilai tidak produktif dan justru mengulang perdebatan yang sudah berkali-kali dibantah. “Kita berharap semua pihak fokus pada pembangunan bangsa, bukan menebar keraguan soal hal yang sudah terang,” pungkas Andi.

Kasus ijazah Jokowi kembali menjadi bahan diskusi publik setelah Bonatua Silalahi mengaku menemukan kejanggalan pada dokumen yang diserahkan KPU DKI Jakarta. Namun, relawan Jokowi Mania menegaskan bahwa tudingan palsu tidak berdasar karena dokumen sudah diuji Puslabfor Polri dan dilegalisasi resmi oleh UGM. Isu keaslian ijazah Jokowi pun dinilai telah selesai secara hukum dan akademik.

Editor : Anggi Septian A.P.
#kpu dki jakarta #puslabfor polri #ijazah jokowi #jokowi mania #Bonatua Silalahi