BLITAR KAWENTAR – Penanganan kasus meninggalnya seorang warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Blitar terus berlanjut. Saat ini, pihak lapas menemukan ada 8 orang terduga pelaku pemukulan korban H, termasuk I dan D. Mereka kini telah ditempatkan pada sel isolasi.
Kepala Keamanan Lapas Kelas IIB Blitar, Fathah Dien Akbar, mengatakan telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama tim penyidik Polres Blitar Kota. Pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, baik dari internal lapas maupun warga binaan, juga telah dilakukan.
“Untuk terduga pelaku ada delapan orang dan saat ini semuanya sudah ditempatkan di sel isolasi. Sebelumnya pelaku hanya dua orang, kini bertambah. Jadi, ada 6 orang tambahan yang juga terlibat dalam pemukulan dilakukan penyidikan,” ujarnya.
Fathah melanjutkan, delapan warga binaan tersebut berasal dari satu sel isolasi yang sama dengan korban. Berdasarkan data sementara, dua orang terlibat kasus narkoba, sedangkan enam lainnya tersangkut perkara pencurian.
Selain ditempatkan di sel isolasi, Lapas Blitar juga menjatuhkan sanksi administratif berupa pencatatan dalam register F. Konsekuensinya, delapan warga binaan tersebut kehilangan hak-hak bersyarat. Yakni, mereka tidak akan mendapatkan remisi maupun pembebasan bersyarat sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Ada dua warga binaan lain yang mengetahui peristiwa tersebut hanya berstatus sebagai saksi dan tidak dikenai sanksi isolasi. Keduanya dipisahkan dari kelompok terduga pelaku untuk kepentingan pemeriksaan,” ungkapnya.
Fathah menambahkan, proses hukum sepenuhnya ditangani oleh kepolisian karena sudah masuk ranah pidana.
Saat ini, total saksi yang diperiksa dari warga binaan berjumlah sepuluh orang, terdiri dari delapan narapidana dan dua tahanan.
Selain itu, dua petugas lapas juga dimintai keterangan, yakni kepala regu pengamanan (Rupam) dan satu staf kesatuan pengamanan lapas (KPLP). Seluruh petugas Lapas Kelas IIB kooperatif dan siap memberikan keterangan yang dibutuhkan penyidik.
Terkait keluarga korban, pihak Lapas Blitar mengaku terus menjalin komunikasi dan menyampaikan informasi perkembangan kasus secara terbuka.
Keluarga korban juga telah dimintai keterangan oleh penyidik dan mendapatkan penjelasan langsung dari Polres Blitar Kota terkait hasil otopsi.
“Kami masih berempati kepada keluarga karena suasana duka. Namun, kami berkomitmen terbuka dan mendukung penuh proses penyidikan yang dilakukan kepolisian,” pungkasnya.(jar/c1/ynu)
Editor : M. Subchan Abdullah