Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Penyelam Pencari Ikan di Blitar Meregang Nyawa usai Tenggelam di Pantai Gumiling Wonotirto, Begini Kronologinya

Fajar Rahmad Ali Wardana • Kamis, 19 Februari 2026 | 11:32 WIB

 

Seorang penyelam pencari ikan asal Desa Tambakrejo, Rudi Purwanto (34), ditemukan meninggal dunia usai terbawa arus di Pantai Gumiling.
Seorang penyelam pencari ikan asal Desa Tambakrejo, Rudi Purwanto (34), ditemukan meninggal dunia usai terbawa arus di Pantai Gumiling.

BLITAR KAWENTAR – Warga Desa Tambakrejo, Kecamatan Wonotirto, dihebohkan peristiwa pencari ikan yang terbawa arus laut Pantai Gumiling pada Selasa (17/2).

Sayangnya, laki-laki bernama Rudi Purwanto, seorang penyelam pencari ikan, ditemukan tanpa nyawa usai tak bisa melawan derasnya ombak.


Kapolsek Wonotirto AKP Heri Purnomo membenarkan peristiwa tersebut. Korban diketahui bernama Rudi Purwanto, 34, warga setempat.

Ia ditemukan sekitar pukul 19.55 WIB tidak jauh dari lokasi awal saat menyelam. “Korban berangkat ke Pantai Gumiling sekitar pukul 15.00 WIB bersama rekannya untuk mencari ikan. Korban menyelam, sedangkan temannya memancing di tepi pantai,” ujarnya.


Rekan korban, Purnomo, 43, warga setempat, menjadi saksi dalam kejadian tersebut. Setelah beberapa waktu menunggu, dia tidak melihat korban muncul ke permukaan air.

Karena korban tidak kunjung muncul, dia kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Poskamladu Pantai Tambakrejo dan diteruskan ke Polsek Wonotirto. Petugas gabungan bersama warga segera melakukan pencarian.

Rudi ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia sekitar pukul 19.55 WIB. Jenazah selanjutnya dievakuasi dan dibawa ke rumah duka.


Dari hasil pemeriksaan luar oleh Unit Inafis Polres Blitar bersama bidan desa, ditemukan beberapa tanda pada tubuh korban.

Di antaranya, luka memar di bagian kepala sebelah kanan dan luka gores di wajah akibat benturan alat tembak ikan (speargun).

“Dari mulut korban juga mengeluarkan darah yang diduga akibat pecahnya organ paru-paru saat tenggelam karena kekurangan oksigen. Tanda-tanda tenggelam juga terlihat jelas pada telapak tangan dan kaki yang mengerut,” ungkapnya.


Polisi memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain pada tubuh korban. Anggota tubuh korban dalam kondisi lengkap.

Heri mengimbau masyarakat yang beraktivitas di laut agar lebih berhati-hati dan memperhatikan faktor keselamatan.

Barang bukti yang diamankan di antaranya pakaian korban berupa kaus lengan panjang dan celana panjang warna hitam, ikan hasil tangkapan dengan perkiraan berat sekitar 25 kilogram, alat tembak ikan rakitan (speargun), serta perlengkapan snorkeling.

“Kami mengimbau warga untuk selalu mengutamakan keselamatan saat melaut atau menyelam, apalagi menjelang petang ketika kondisi arus dan jarak pandang mulai terbatas,” pungkasnya. (jar/c1/ynu)

 

Editor : Satria Wira Yudha Pratama
#Pantai Gumiling #Pantai Tambakrejo #Laka Laut Blitar #Rudi Purwanto #wonotirto