BLITAR - Blitar dikenal dengan berbagai situs sejarah, salah satunya adalah Makam Gantung Eyang Djojodigdo. Makam ini memiliki keunikan tersendiri karena posisinya yang tidak menyentuh tanah, berbeda dengan makam pada umumnya. Terletak di Kota Blitar, makam ini sering menjadi tempat ziarah bagi masyarakat yang meyakini keberkahan dari sosok Eyang Djojodigdo.
Keunikan Makam Gantung
Makam Eyang Djojodigdo memiliki ciri khas yang membedakannya dengan makam lain. Salah satu keunikan utamanya adalah posisi pusara yang menggantung, tidak bersentuhan langsung dengan tanah. Kepercayaan yang berkembang menyebutkan bahwa hal ini berkaitan dengan ajian Ilmu Pancasona, yang diyakini membuat seseorang dapat hidup kembali jika jasadnya menyentuh tanah.
Untuk menghindari hal tersebut, jasad Eyang Djojodigdo ditempatkan dalam peti yang disangga oleh empat tiang sebelum akhirnya dimakamkan tanpa menyentuh tanah. Keunikan lainnya adalah nisan makam yang terbuat dari batu marmer dengan ukiran aksara Jawa yang menginformasikan tanggal kelahiran dan wafatnya.
Legenda dan Kepercayaan Masyarakat
Eyang Djojodigdo merupakan sosok patih yang dikenal memiliki kesaktian luar biasa dan diyakini pernah berjuang melawan penjajahan Belanda. Konon, ia pernah beberapa kali ditangkap dan dieksekusi, namun selalu muncul kembali di tengah masyarakat. Karena itulah, makamnya dianggap keramat dan menjadi tempat ziarah bagi banyak orang.
Selain itu, di atas makamnya juga diletakkan baju kebesaran dan senjata pusaka yang pernah digunakan semasa hidupnya, sehingga semakin menambah nilai mistis dan keunikan dari Makam Gantung ini.
Wisata Sejarah dan Religi di Makam Gantung
Sebagai salah satu destinasi wisata religi dan sejarah di Blitar, Makam Gantung Eyang Djojodigdo menarik perhatian wisatawan yang ingin melihat langsung fenomena unik ini. Keberadaannya menjadi bagian dari kekayaan budaya Blitar yang patut untuk dijaga dan dilestarikan.
Dengan segala keunikan dan sejarahnya, Makam Gantung tidak hanya menjadi tempat ziarah, tetapi juga destinasi wisata budaya yang penuh misteri dan sejarah. Jika berkunjung ke Blitar, makam ini bisa menjadi salah satu tujuan menarik untuk mengenal lebih dalam warisan sejarah yang ada di kota ini. (*)
Editor : M. Subchan Abdullah