Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Harga Gabah Tinggi, Petani Padi di Blitar Semingrah, Segini Harganya

Fajar Rahmad Ali Wardana • Sabtu, 19 April 2025 | 21:00 WIB
SUBUR: Kawasan pertanian di Kelurahan Bendo, Kepanjenkidul, sebagian telah panen padi.
SUBUR: Kawasan pertanian di Kelurahan Bendo, Kepanjenkidul, sebagian telah panen padi.

BLITAR - Para petani di Kelurahan Bendo, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar, kini bisa semringah. Lantaran hasil panen dan harga gabah tergolong baik. Harga gabah di pasaran bisa mencapai Rp 5.900 hingga Rp 6.100 per kilogram (kg) untuk padi dari sawah.

“Tahun ini para petani bisa meraih untung. Sebab gabah di pasaran tidak rendah. Jadi bisa dikatakan mencukupi biaya produksi. Di sini hasil panen tiap 100 ru (sekitar 1.400 meter persegi) bisa menghasilkan 1,1 ton hingga 1,2 ton,” ungkap salah satu petani setempat, Tambias, Sabtu (19/4/2025).

Baca Juga: Bisnis Perhotelan di Kota Blitar Menghadapi Ancaman Serius Dampak Efisiensi Anggaran, Begini Kondisinya Terkini

Dia mengaku, untuk harga jual gabah tergantung dari kuliatas. Jika hasil gabah ketika diolah jadi beras berkualitas, maka harga akan semakin tinggi.

Justru sebaliknya, jika kualitas gabah rendah, maka harga akan turun. “Di sini ada bebarapa varietas padi, tidak sama. Namun rata-rata jenis legowo,” terang pria 60 tahun ini.

Ada beberapa faktor membuat panen kali ini lebih baik. Termasuk cuaca yang mendukung serta sistem pengairan baik.

Jika cuaca mendukung, termasuk tidak kering dan banjir, maka akan mengoptimalkan pertumbuhan dari padi.

Baca Juga: DPRD Kabupaten Blitar Minta BUMD Tingkatkan Kontribusi Pendapatan Asli Daerah

Selain itu, ketersedian pupuk di lapangan tergolong mudah. Dengan demikian saling melengkapi antara air dan pupuk.

“Jika sebelumnya (tahun lalu) sulit air dan banyak hama. Tahun ini tidak ada kendala,” paparnya.

Dia berharap, dari pengalaman-pengalaman tahun lalu, harga gabah hanya mencapai Rp 4.000 per kilogram, maka akan merugikan petani.

“Tahun ini banyak yang melakukan pengawasan terkait harga gabah. Ada dari pemerintah memonitoring,” ungkapnya.

Baca Juga: Libur Panjang Hari Raya Paskah, Daop 7 Madiun Siapkan 15.792 Tempat Duduk untuk Penumpang Kereta Api

Namun di lokasi persawahan tersebut hanya bisa sekali ditanam padi. Di bulan berikutnya biasanya tanaman tidak banyak membutuhkan air, termasuk jagung, kedelai, dan lain-lain. (jar/din)

Editor : M. Subchan Abdullah
#petani #padi #hasil panen #tinggi #Kepanjenkidul #gabah #Kota Blitar #harga