BLITAR – Arca raksasa Totok Kerot di Kediri selalu menyimpan kisah yang bikin bulu kuduk merinding. Arca ini dipercaya berasal dari kutukan tragis Putri Lodaya, seorang putri cantik yang cintanya ditolak Raja Jayabaya. Akibat cintanya bertepuk sebelah tangan, ia berubah jadi raksasa abadi.
Kisah Totok Kerot kembali ramai dibicarakan setelah Channel YouTube ArekDeso96 mengulasnya. Video itu menyoroti sisi mistis dari legenda cinta yang berakhir pilu. Banyak warganet menilai cerita ini sebagai pelajaran tentang harga diri dan takdir.
Bagi masyarakat Jawa, Totok Kerot bukan sekadar arca batu besar. Ia menjadi simbol kutukan cinta yang gagal dan amarah yang tak terbendung. Legenda ini terus diwariskan dari generasi ke generasi.
Menurut cerita rakyat, Putri Lodaya berasal dari Kerajaan Lodaya. Ia terkenal jelita, cerdas, dan penuh keberanian. Sifat itulah yang membuatnya terpikat pada sosok Raja Jayabaya dari Kediri.
Berbeda dengan perempuan pada zamannya, Lodaya justru berani meminang Jayabaya. Ia mengajukan lamaran di hadapan banyak orang dengan percaya diri. Sayangnya, keberanian itu berujung pada penolakan.
Jayabaya menolak lamaran itu secara terang-terangan. Alasan utamanya, ia menganggap langkah Lodaya tak pantas secara adat. Perempuan melamar lelaki kala itu dianggap melanggar norma besar.
Penolakan itu membuat Putri Lodaya murka. Ia merasa harga dirinya direndahkan di depan rakyat. Amarah pun membakar hatinya hingga memicu peperangan antar kerajaan.
Pasukan Lodaya dan Kediri kemudian saling berhadapan. Namun, kekuatan pasukan Kediri jauh lebih besar. Dalam pertempuran, pihak Lodaya mengalami kekalahan telak.
Putri Lodaya yang hancur hati memilih jalan mengutuk dirinya sendiri. Ia menolak menyerah pada keadaan dengan cara biasa. Doanya memohon pada langit agar diberi wujud berbeda.
Tiba-tiba, petir menyambar tubuh Putri Lodaya. Dalam sekejap, ia berubah menjadi batu raksasa dengan wajah menyeramkan. Masyarakat kemudian menyebutnya sebagai arca Totok Kerot.
Wujud arca itu dipercaya melambangkan dendam dan luka batin sang putri. Ekspresi wajahnya keras, matanya melotot, dan tubuhnya besar. Semua itu menggambarkan penderitaan cinta yang gagal.
Bagi sebagian orang, kisah ini dianggap sebagai kutukan cinta tak terbalas. Putri Lodaya menjadi raksasa abadi karena luka hatinya sendiri. Ia pun dikenal sebagai sosok tragis dalam sejarah Jawa.
Arca Totok Kerot kini berada di Desa Bulupasar, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri. Situs ini kerap dikunjungi warga maupun wisatawan yang penasaran. Bentuknya yang unik dan penuh legenda membuat banyak orang tertarik.
Banyak pengunjung mengaku merasakan aura mistis saat berada di dekat arca. Ada yang percaya arca ini dihuni makhluk gaib peninggalan masa lalu. Namun, ada juga yang menganggapnya sekadar simbol budaya Jawa.
Keberadaan Totok Kerot menjadi daya tarik wisata sejarah dan budaya. Selain nilai mistis, situs ini juga menyimpan nilai arkeologi. Wujudnya menghubungkan masa lalu dengan masa kini.
Sejarawan menilai Totok Kerot kemungkinan peninggalan era kerajaan kuno. Arca ini diyakini memiliki fungsi keagamaan atau simbol kekuatan. Namun legenda yang melekat membuatnya lebih menarik perhatian masyarakat.
Legenda memberi dimensi emosional pada arca tersebut. Bukan hanya batu, tapi simbol cinta, dendam, dan kutukan. Itulah yang membuat cerita Totok Kerot bertahan ratusan tahun.
Channel YouTube ArekDeso96 menekankan pentingnya melestarikan kisah ini. Menurut mereka, Totok Kerot bisa jadi sarana edukasi budaya. Generasi muda perlu mengenal legenda sebagai bagian identitas lokal.
Kini, pemerintah daerah Kediri mulai menata kawasan arca Totok Kerot. Tempat ini diproyeksikan sebagai destinasi wisata budaya unggulan. Dengan promosi yang tepat, legenda Lodaya bisa mendunia.
Masyarakat sekitar pun mendapat manfaat dari keberadaan situs ini. Pedagang kecil hingga pemandu lokal terbantu dengan kedatangan wisatawan. Warisan mistis itu akhirnya menjadi sumber ekonomi baru.
Namun, pelestarian tetap menjadi tantangan penting. Arca harus dijaga dari kerusakan dan tangan jahil manusia. Kesadaran bersama sangat dibutuhkan agar situs ini lestari.
Legenda Totok Kerot memberi banyak pelajaran bagi generasi sekarang. Bahwa cinta yang gagal bisa membawa luka mendalam. Bahwa harga diri kadang bisa mengubah takdir seseorang.
Kisah Putri Lodaya juga menunjukkan keberanian perempuan Jawa. Ia berani menantang norma, meski akhirnya berakhir tragis. Keberaniannya tetap dikenang meski tubuhnya jadi batu.
Totok Kerot pun berdiri sebagai raksasa abadi. Saksi bisu cinta gagal yang berubah jadi kutukan. Sebuah legenda yang tak lekang dimakan zaman.
Editor : Anggi Septian A.P.