Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Misteri Ikan Mujair: Dari Afrika Hingga Ditemukan di Blitar

Ichaa Melinda Putri • Sabtu, 23 Agustus 2025 | 03:00 WIB
Misteri Ikan Mujair: Dari Afrika Hingga Ditemukan di Blitar
Misteri Ikan Mujair: Dari Afrika Hingga Ditemukan di Blitar

BLITAR– Ikan mujair adalah salah satu ikan konsumsi paling populer di Indonesia. Dagingnya gurih, harganya terjangkau, dan bisa diolah menjadi berbagai masakan khas Nusantara.

Namun di balik itu, sejarah ikan mujair menyimpan cerita menarik. Bagaimana ikan yang berasal dari Afrika bisa ditemukan di Teluk Serang, Blitar, pada tahun 1936 oleh sosok sederhana bernama Mbah Mujair?

Kisah misteri ikan mujair inilah yang hingga kini masih memikat perhatian banyak orang. Dari catatan sejarah hingga pandangan sains, ada berbagai versi tentang bagaimana ikan tersebut bisa “terdampar” di selatan Jawa.

Penemuan oleh Mbah Mujair

Nama ikan mujair tidak bisa dipisahkan dari tokoh legendaris asal Blitar, Mbah Mujair. Beliau dikenal sebagai orang pertama yang berhasil membudidayakan ikan ini di air tawar.

Cerita bermula ketika Mbah Mujair menemukan ikan aneh di Teluk Serang, sebuah teluk yang terletak sekitar 30 km dari Dusun Papungan, Kecamatan Kanigoro, Blitar. Saat itu ia sedang mengikuti kegiatan tarekat di pantai tersebut.

Mbah Mujair terkesima melihat ikan itu menyimpan anak-anaknya di dalam mulut saat merasa terancam, lalu memuntahkannya kembali ketika aman. Rasa penasaran itulah yang membuatnya mencoba membawa ikan tersebut ke rumah untuk dipelihara.

Perjuangan 11 Kali Gagal

Upaya pertama memelihara ikan mujair justru gagal. Dimasukkan ke gentong berisi air tawar, ikan itu mati tak lama kemudian.

Namun, kegagalan tidak menghentikan Mbah Mujair. Ia terus mencoba dengan mencampurkan air laut dan air tawar, perlahan mengurangi kadar garam agar ikan bisa beradaptasi.

Setelah 11 kali percobaan, akhirnya empat ekor ikan mujair berhasil hidup di air tawar pada 26 Maret 1936. Dari situlah sejarah baru dimulai: ikan mujair bisa dikembangbiakkan di kolam rumah warga.

Baca Juga: LPKA Kelas 1 Blitar,Program Inklusi PKBI Jatim, 70 ABH Belajar Sejarah Ikan Mujair hingga Pameran Poster

Dari Blitar ke Nusantara

Keberhasilan Mbah Mujair membuatnya dikenal luas. Ia membagikan ikan kepada tetangga, bahkan menjualnya berkeliling dengan sepeda kumbang.

Ketenaran ikan mujair kian meluas ketika pemerintah Jepang memanfaatkan ikan ini untuk dibudidayakan di seluruh Nusantara pada masa pendudukan. Sebelumnya, pemerintah Hindia Belanda juga sempat memberikan santunan bulanan kepada Mbah Mujair atas usahanya.

Pada masa Presiden Soekarno, Mbah Mujair mendapat penghargaan resmi dari Kementerian Pertanian. Sejak saat itu, nama ikan mujair benar-benar melekat dan menjadi bagian dari identitas kuliner Indonesia.

Misteri Asal Usul dari Afrika

Meski populer di Indonesia, sebenarnya ikan mujair bukan spesies asli Blitar. Secara ilmiah, ikan ini berasal dari perairan Afrika bagian tenggara, mulai dari Mozambik, Malawi, Zambia, Zimbabwe, hingga Sungai Bushman di Afrika Selatan.

Pertanyaannya, bagaimana mungkin ikan asal Afrika bisa sampai ke teluk kecil di Blitar? Hingga kini belum ada jawaban pasti. Ada yang menyebut ikan mujair dibawa pedagang asing, ada pula yang menduga terbawa arus laut atau hasil introduksi pemerintah kolonial.

Uniknya, masyarakat setempat sering mengaitkan kemunculan ikan mujair dengan cerita mistis. Ada yang percaya bahwa Mbah Mujair “dituntun” secara gaib untuk menemukan ikan tersebut. Sejarah lokal dan mitos itulah yang membuat kisah ikan mujair kian menarik.

Dari Favorit hingga Invasif

Ikan mujair dikenal sebagai ikan dengan daya tahan tinggi. Ia mampu hidup di air tawar maupun payau, tumbuh cepat, dan berkembang biak hanya dalam hitungan bulan.

Di Indonesia, hal ini menjadi keuntungan karena ikan mujair bisa dibudidayakan secara massal untuk kebutuhan konsumsi masyarakat. Namun di negara lain, justru dianggap ancaman.

Ikan mujair masuk dalam daftar 100 spesies invasif berbahaya dunia menurut Global Invasive Species Database (GISD). Hal ini karena kemampuannya menguasai habitat dan memangsa ikan lokal.

Baca Juga: Mengupas Mitos Sejarah Ikan Dewa di Pelataran Telaga Rambut Monte Kabupaten Blitar

Dari Dapur ke Warisan Sejarah

Terlepas dari kontroversinya, ikan mujair kini sudah menjadi bagian penting dari budaya kuliner Indonesia. Dari pepes mujair, gulai mujair, hingga mujair bakar, menu ini bisa ditemui di berbagai warung dan restoran.

Lebih dari sekadar makanan, ikan mujair adalah simbol ketekunan seorang warga Blitar sederhana yang berhasil mengubah kegagalan menjadi warisan.

Kisah ikan mujair juga menjadi pengingat bahwa sejarah lokal bisa memberi dampak global. Dari teluk kecil di Blitar, ikan ini kini dikenal di seluruh dunia.

Misteri asal-usulnya mungkin belum sepenuhnya terungkap. Namun satu hal pasti: nama mujair akan selalu lekat dengan Blitar dan Indonesia, berkat jasa Mbah Mujair yang penuh semangat dan kegigihan.

Editor : Anggi Septian A.P.
#sejarah blitar #ikan mujair