Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

⁠Peternak Kambing Kontes Warga Blitar Beberkan Tips Merawat Kambing Khusus Kontes dengan Benar, Simak Baik-baik

Muhammad Daffa Qutro Nada • Jumat, 29 Agustus 2025 | 20:00 WIB

⁠Peternak Kambing Kontes Warga Blitar Beberkan Tips Merawat Kambing Khusus Kontes dengan Benar, Simak Baik-baik
⁠Peternak Kambing Kontes Warga Blitar Beberkan Tips Merawat Kambing Khusus Kontes dengan Benar, Simak Baik-baik

BLITAR - Berbagai usaha jika ditekuni dengan fokus dan konsisten bakal berbuah hasil yang menjanjikan.

Seperti itulah prinsip Ahmad Syafiuddin, warga Desa Purworejo, Kecamatan Sanankulon. Dia menekuni ternak kambing peranakan etawa (PE) sejak 15 tahun lalu, dan kini mulai merasakan buah manisnya.

Pria kelahiran 1982 ini membangun perternakan kambing PE yang kini banyak dikenal oleh kalangan peternak maupun penghobi kambing kontes, khususnya PE ras Kaligesing.

“Sebelum terjun ke dunia kambing PE, saya juga sempat terjun ke domba pada 2010 lalu, namun dari awal, basic saya memang di etawa, tapi saat itu belum menentu karena masih coba-coba”, ujarnya.

Dia menuturkan, alasan berternak kambing PE karena banyak peluang bisnis yang bisa didapatkan.

Karena dibandingkan jenis kambing lain seperti kambing Jawa Randu atau domba, kambing PE lebih menarik secara bisnis.

Biasanya, ungkap dia, fokus utama beternak kambing adalah untuk diambil dagingnya. Namun, khusus untuk kambing PE, tak hanya daging tapi juga susunya.

Bahkan jika masuk kelas kontes dan juara, harganya juga akan melambung tinggi.

“Selain daging dan susu, jika masuk kriteria kontes memiliki nilai jual yang tinggi, juga kotoranya dapat diolah untuk menjadi pupuk,” tutur bapak dua anak ini.

Kini, jumlah kambing di kandangnya mencapai 150 ekor dengan fokus di breeding, susu, dan kontes.

Tak berhenti di situ, Syafi’ juga membangun sistem mitra yang tersebar luas di Blitar, bahkan luar daerah seperti daerah Gunung Kawi, Trenggalek, Jawa Tengah, Lampung, hingga Medan.

“Jadi, sistem mitra itu ambil bibit, dari sini dan nanti hasil peranakan kita yang ambil. Sekarang mitra saya kurang lebih ada 300-400 peternak,” akunya.

Untuk pemeliharaan atau perawatan kambing PE ini, Syafi’ dibantu oleh lima karyawan. Proses pemeliharaan dan perawatan tidak ada perbedaan dengan kambing jenis lain.

“Tidak ada perbedaan dalam pemeliharaan, yang membedakan mungkin pada kambing yang masuk kategori kontes harus memiliki perawatan ekstra, seperti harus rutin dimandikan, nutrisinya diperhatikan, dan lain-lain,” terangnya.

Dalam bidang seni dan kontes, peternakan Syafi’ beserta timnya telah banyak mengikuti dan menjuarai beberapa pagelaran event kontes kambing PE di kancah regional maupun nasional.

Bahkan baru-baru ini salah satu kambing unggulannya meraih juara 3 dalam salah satu event di Jawa Tengah. (*/c1/ady) (*) 

Editor : M. Subchan Abdullah
#kambing #peternak #blitar #merawat