BLITAR KAWENTAR – Regenerasi atlet cabang olahraga panahan di Kota Blitar masih menghadapi sejumlah tantangan.
Salah satu kendala utama berasal dari tingginya biaya peralatan panahan yang kerap menjadi pertimbangan bagi calon atlet baru.
Ketua Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Kota Blitar, Harni Setijorini mengatakan, mahalnya perlengkapan panahan memang cukup memengaruhi minat masyarakat untuk menekuni olahraga tersebut.
“Proses regenerasi masih menjadi tantangan karena biaya peralatan panahan cukup mahal sehingga sering menjadi pertimbangan bagi calon atlet,” ujarnya.
Meski demikian, Perpani Kota Blitar berupaya mengatasi kendala tersebut dengan menyediakan peralatan inventaris yang dapat dipinjam oleh atlet pemula.
Fasilitas ini diberikan agar mereka tetap bisa mengikuti pembinaan tanpa harus langsung membeli perlengkapan sendiri. Sejumlah peralatan yang disiapkan antara lain panah paralon untuk pemula, busur standar, hingga beberapa jenis busur lainnya.
“Untuk inventaris kami ada panah paralon, busur standar, lima busur recurve, dan dua compound yang bisa digunakan atlet saat latihan,” jelasnya.
Saat ini jumlah atlet panahan Kota Blitar tercatat sebanyak 29 orang. Mayoritas berasal dari kalangan pelajar, mulai tingkat sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA). Bahkan beberapa atlet sudah berstatus mahasiswa.
Dalam upaya menjaga regenerasi, Perpani juga aktif menjaring bibit atlet melalui sekolah-sekolah yang memiliki kegiatan ekstrakurikuler panahan.
Siswa yang dinilai memiliki potensi akan ditawari untuk bergabung secara resmi sebagai atlet. Selain melalui sekolah, promosi olahraga panahan juga dilakukan lewat media sosial serta komunikasi antar wali atlet.
“Kami juga memanfaatkan media sosial dan komunikasi antar orang tua atlet untuk memperluas jangkauan pembinaan,” katanya.
Dengan berbagai upaya tersebut, harapannya regenerasi atlet panahan di Kota Blitar tetap terjaga dan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi.
Dalam waktu dekat, atlet panahan Kota Blitar juga akan mengikuti ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA). Selain itu, beberapa atlet juga mulai dipersiapkan untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur 2027.
“Kami berharap pembinaan yang dilakukan sekarang bisa menjadi bekal menghadapi berbagai kejuaraan ke depan,” pungkasnya.(jar/c1/ynu)
Editor : M. Subchan Abdullah