KANIGORO - Sanggar seni rupa yang telah berdiri sejak 5 tahun yang lalu ini berada di Kanigoro. Sanggar ini cukup banyak diminati oleh masyarakat Jawa Timur, khususnya warga Blitar.
“Ya, saya mendirikan sanggar seni rupa khusus untuk menggambar, melukis, dan mewarnai. Khususnya bagi para pencinta seni rupa dua dimensi,” tutur Wahyu Putra Utama kepada Jawa Pos Radar Blitar pekan lalu.
Pria berusia 30 tahun tersebut menyediakan wadah bagi masyarakat Blitar yang ingin mengasah kemampuan di bidang seni rupa dua dimensi. Selain itu, dia juga mempunyai murid dari luar kota seperti Kediri, Tulungagung, dan Malang.
Dengan total tutor sebanyak tujuh orang, sanggar ini mampu mencetak 98 murid berprestasi dalam mewarna, melukis, dan menggambar. Sanggar seni rupa tersebut menjadi tempat bagi anak muda untuk mengembangkan kemampuan menggambar, mewarnai, dan melukis.
“Saya mendirikan sanggar ini karena ingin mewujudkan ilmu pengetahuan di masa kuliah. Selain itu, supaya ilmu yang sudah saya dapatkan bisa bermanfaat bagi orang sekitar,” tuturnya.
Ya, ilmu pengetahuan yang sudah Wahyu dapatkan di bangku kuliah dipraktikkan dengan mendirikan sanggar seni rupa. Dia juga berharap pendidikan yang telah ditempuh dapat membawa manfaat untuk orang sekitarnya.
“Untuk program bimbingan portofolio, saya yang menjadi mentornya,” kata Wahyu.
Sanggar ini juga memberikan bimbingan bagi para siswa yang ingin mengambil portofolio guna mendaftar di perguruan tinggi. Pendampingan khusus diberikan oleh pemilik sanggar untuk murid yang mengambil program bimbingan portofolio perguruan tinggi.
Biasanya, portofolio digunakan untuk melengkapi dokumen presentasi yang dimiliki siswa untuk daftar sekolah di perguruan tinggi. ”Alasan saya bergabung dengan sanggar ini karena saya suka menggambar dan mewarnai sejak PAUD,” kata Avica Khansa Hartanto, salah satu murid sanggar.
Anak berusia 10 tahun tersebut telah memenangkan berbagai kompetisi lomba menggambar dan mewarnai tingkat nasional. Bakat yang ia miliki mampu berkembang baik dengan bantuan mentor di sanggar seni rupa milik Wahyu.(*/c1/sub)
Editor : Doni Setiawan