Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Turut Atasi Krisis Air yang Semakin Meluas, Polres Kota Blitar Ikut Gelontor Ribuan Liter Air Bersih Guna Bantu Warga

Mila Inka Dewi • Sabtu, 2 Desember 2023 | 01:00 WIB

 

BUTUH: Polisi menggelontor air bersih ke bak penampungan milik warga Kelurahan Tanjungsari, Kecamatan Sukorejo.
BUTUH: Polisi menggelontor air bersih ke bak penampungan milik warga Kelurahan Tanjungsari, Kecamatan Sukorejo.
 

SUKOREJO – Krisis air di Kota Blitar akibat kemarau meluas hingga Kecamatan Sukorejo. Salah satu wilayah yang terdampak adalah Kelurahan Tanjungsari. Dropping air pun terus dilakukan guna mengatasi dampak kemarau panjang tersebut.

Ya, meski mulai memasuki musim hujan, sejumlah warga mengaku masih kesulitan air. Air sumur yang dimiliki warga menyusut. ”Sebenarnya tidak terlalu parah. Cuma, air tidak bisa mengalir lancar,” kata salah satu warga terdampak di Kelurahan Tanjungsari, Yulianti.

Kondisi tersebut menghambat aktivitas keseharian warga. Salah satunya adalah mandi. “Yang biasanya mandi dua kali sehari, kini jadi sekali. Intinya kami harus berhemat,” ujarnya.

Dropping air bersih tidak hanya dilakukan oleh BPBD Kota Blitar, tetapi juga kepolisian. Polisi memanfaatkan mobil water canon untuk mendistribusikan air ke sejumlah titik penampungan di lingkungan warga terdampak. Seperti pada Rabu (29/11) lalu, ada lima penampungan air yang siap untuk diisi. ”Total air bersih yang kami gelontor 6.500 liter. Kami menggunakan truk water canon untuk menyalurkan air ke bak penampungan,” kata Samapta Polres Blitar Kota, AKP Nanang Budhiarto.

 Dia mengatakan, lima titik penampungan air bersih itu memang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Baik untuk mandi maupun cuci. Sementara untuk minum, warga membeli air kemasan galon. Berdasarkan laporan dari kelurahan, jumlah warga terdampak kekeringan sebanyak 27 kepala keluarga dengan total 104 jiwa.

“Sebelumnya, kami sudah mendapat laporan dari warga dan berkoordinasi dengan BPBD serta bhabinkamtibmas. Kami putuskan untuk dropping air,” ujar Staf Kelurahan Tanjungsari, Bahrudin Anwar. 

Menurut dia, dampak kemarau tahun ini cukup parah dibanding empat tahun terakhir. Pada 2019 lalu pernah terjadi krisis air yang ditandai dengan sumur warga yang mengering. “Di sini memang ada yang pelanggan PDAM, tapi tidak banyak. Nah yang kesulitan ini adalah yang memanfaatkan air sumur,” tandasnya. (ink/c1/sub) 

 

Editor : Doni Setiawan
#polisi #Bantuan air #kekeringan #krisis air