BLITAR – Hujan deras disertai petir yang terjadi di Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar memakan korban, Jumat (1/12/2023). Seorang penambang pasir di wilayah Kecamatan Gandusari harus meregang nyawa usai tersambar petir.
Peristiwa itu terjadi saat penambang pasir sedang istirahat. Kini polisi tengah mengecek lokasi dan memastikan jumlah korban dari peristiwa tersebut.
Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Blitar, kejadian itu terjadi sekitar pukul 13.30. Saat itu memang sedang hujan deras.
“Ya, untuk lokasi kejadian masih dalam pengecekan oleh polisi, karena berada di perbatasan antara Kelurahan Babadan, Kecamatan Wlingi dengan Desa Soso dan Butun, Kecamatan Gandusari,” kata Camat Gandusari, Yuliatiningsih kepada Jawa Pos Radar Blitar melalui sambungan telepon, Jumat (1/12/2023).
Kejadian itu, jelas dia, memang berada di perbatasan antar tiga desa di dua kecamatan. Informasinya, ada lima orang penambang yang menjadi korban sambaran petir.
“Setelah saya dapat info dari kapolsek, jumlahnya ada 5 orang. Satu orang sudah meninggal dunia atas nama Hadi. Empat lainnya teman-teman masih konfirmasi ke rumah sakit,” ujarnya.
Kini, jelas Yuli, polisi dan petugas lainnya masih menelusuri identitias korban. Lantaran, lokasi kejadian berada di tengah sawah, sehingga tidak ada yang membawa identitas. Pihaknya terus berkoordinasi dengan polisi untuk menelusuri warganya yang menjadi korban.
Perempuan yang baru 10 hari menjadi camat ini menjelaskan korban tersambar petir ketika sedang istirahat di gubug dekat pohon sengon. Karena hujan deras mengguyur lokasi tambang pasir, para penambang menghentikan aktivitasnya.
Kapolsek Gandusari Heru Susanto menerangkan masih mengecek lokasi kejadian. Pihaknya juga masih mencari data korban, sehingga belum bisa memberikan keterangan lengkap.
Sementara itu, Humas RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Mustiko mengatakan tiga orang telah dievakuasi dan dirawat di rumah sakit. Sayangnya, 1 orang telah meninggal dunia ketika tiba di rumah sakit, karena mengalami shock yang serius.
Sementara dua lainnya masih menjalani perawatan medis. Untuk yang meninggal ketika diperiksa tidak ditemukan luka bakar.
Dua korban yang dirawat masing-masing mengalami keluhan yang berbeda. Satu orang masih lemas sedangkan satu lainnya mengeluhkan sesak dada. "Kini keduanya masih dirawat dan menjalani observasi di rumah sakit,” pungkasnya. (jar/sub)
Editor : M. Subchan Abdullah