Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Yayasan Monumen Syuhada Haji Peringati Haul Ke-49,Diawali Doa Bersama dan Ngaji Bareng Gus Iqdam

Mila Inka Dewi • Senin, 4 Desember 2023 | 20:33 WIB
KHIDMAT: Gus Iqdam saat menyampaikan tausiah dalam rangka Haul ke-49 Yayasan Monumen Syuhada Haji di tanah lapang timur Taman Keanekaragaman Hayati (Taman Kehati) di Kelurahan Kauman, Kecamatan Kepanj
KHIDMAT: Gus Iqdam saat menyampaikan tausiah dalam rangka Haul ke-49 Yayasan Monumen Syuhada Haji di tanah lapang timur Taman Keanekaragaman Hayati (Taman Kehati) di Kelurahan Kauman, Kecamatan Kepanj

SUKOREJO - Keluarga besar yayasan Syuhada’Haji memperingati haul ke-49 mengenang wafatnya para syuhada haji. Tragedi kecelakaan pesawat pada 4 Desember 1974 kala itu merenggut jemaah haji asal Blitar.

Kala itu, pesawat yang mereka tumpangi menabrak gunung di Maskeliya, Srilanka. Tragedi kelam itu pun dikenal dengan peristiwa Colombo 1974. Nah, memperingati tragedi itu, yayasan menggelar tahlil akbar dan istighotsah sekaligus pengajian bersama Gus Iqdam.

Pembina Yayasan Monumen Syuhada Haji Dr Zen Amiruddin MSi mengungkapkan, di antara jemaah haji yang tewas dalam peristiwa tersebut merupakan keluarga jemaah haji asal Blitar. Maka itu dibentuklah kekeluargaan melalui Yayasan Monumen Syuhada Haji yang setiap tahun melaksanakan haul.

Hal itu dilakukan agar peristiwa tersebut tetap selalu dikenang. Di samping itu, juga supaya umat islam tidak skeptis dalam menjalankan ibadah haji. “Bahwa haji adalah ibadah yang perlu pengorbanan dalam menjalankannya,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Blitar, Jumat (1/12).

Melalui acara haul tersebut, kata dia, anak cucu dari para syuhada diharapkan bisa tetap mengingat anggota keluarga yang telah gugur. Serta berharap para keturunan menjadi anak yang saleh dan saleha. “Khusus untuk tahun ini dilaksanakan sesuai penanggalan Masehi. Namun, masih di bulan yang sama yaitu Desember,” imbuhnya.

Bertempat di Taman Kehati, Kelurahan Tanjungsari, Kecamatan Sukorejo, rangkaian haul dimulai dengan tahlil akbar dan istighotsah pada Jumat (1/12) malam. Kemudian, pengajian bareng Gus Iqdam dan hadrah pusat Sabilu Taubah. Ratusan jemaah Sabilu Taubah berbondong-bondong menuju lokasi pengajian.

Kendati diguyur hujan, jemaah tetap bersemangat mendengarkan ceramah sekaligus melantunkan doa dan salawat. Lokasi pengajian pun penuh dengan jemaah.

ISTIQOMAH: Meski diguyur hujan, jemaah ST Nyel tetap membeludak bertahan mendengarkan tausiah dari Gus Iqdam.
ISTIQOMAH: Meski diguyur hujan, jemaah ST Nyel tetap membeludak bertahan mendengarkan tausiah dari Gus Iqdam.

Direktur Rumah Sakit Syuhada Haji dr H Mafrurrochim Hasyim MARS mengatakan, salah satu syuhada dalam tragedi Colombo yakni buyut dari Gus Iqdam. Acara haul ini sekaligus mempererat jalinan kekeluargaan dengan ustad yang memiliki jargon “Dekengan Pusat” ini.

Hasyim menjelaskan, istilah syuhada haji diberikan oleh Menteri Agama RI pada 1974 bagi semua calon haji yang gugur dalam kecelakaan pesawat di Maskeliya, Srilanka. Hal itu untuk memberikan motivasi kepada masyarakat agar tidak takut naik pesawat, terutama ketika menjalankan ibadah haji. “Karena apa pun yang terjadi akan dihitung sebagai ibadah oleh Allah SWT,” ujarnya.

Dia berharap acara haul semakin mempererat jalinan kesatuan, kebersamaan, dan tali silaturahim. “Terima kasih kepada semua undangan dan masyarakat yang telah menghadiri haul ini. Ikut mendoakan keluarga kami. Terima kasih khususnya kepada Gus Iqdam yang telah meluangkan waktunya untuk mengisi pengajian pada malam ini,” pungkasnya.

Baca Juga: Pembangunan Tugu Nol Kilometer Alun Alun Kota Blitar Hampir Rampung, DLH Kota Blitar Wanti-wanti Rekanan Harus Sesuai Target

Sekadar diketahui, total ada 191 orang yang gugur dalam kecelakaan pesawat. Terdiri dari 182 jemaah haji dan 9 awak pesawat. Sejumlah 111 orang di antaranya merupakan warga asal Blitar. Sementara lainnya dari Lamongan, Surabaya, Kalimantan, dan Sulawesi Tenggara. (ink/c1/sub)

 

Editor : Doni Setiawan
#gus iqdam #pengajian #syuhada haji #gus iqdam blitar