KOTA BLITAR - Meski masih berusia belia, bakat Dewi Condrowulan di bidang make-up artist (MUA) sudah tampak sejak ia duduk di bangku kelas 5 SD. Guna makin mengasah minat dan bakatnya, remaja yang kini duduk di tingkat VII MTs ini memberanikan diri berkompetisi di gelaran lomba MUA terakbar di Indonesia, Arman Armano Make-up Awards (AAMA) 2023. Tepatnya pada pertengahan bulan lalu.
Keterlibatannya di AAMA tahun ini jadi keikutsertaannya yang kedua di kompetisi yang sama pada tahun lalu. Bedanya, tahun lalu langkahnya harus terhenti sebelum mencapai final. Namun tahun ini, dia mampu keluar sebagai finalis. “Ada beberapa kategori yang dilombakan. Sedangkan pesertanya sekitar 100 orang dari seluruh wilayah di Indonesia,” sebut remaja yang karib disapa Roro ini.
Siswi MTsN 1 Kota Blitar ini mengaku belum puas dengan hasil yang diraihnya di AAMA tahun ini. Namun, dia bersyukur bisa mendapat berbagai pengalaman menarik dari kompetisi yang digelar di Jakarta itu. Mulai dari bertemu dan belajar dari orang-orang baru, menambah pengalaman, hingga menambah wawasan tentang berbagai teknik memoles wajah.
“Dan yang penting, saya dapat trik baru kalau ikut lomba. Yaitu, bawa peralatan atau produk yang sesuai dengan sponsor lomba. Itu salah satu ilmu baru yang saya bawa pulang,” ujar remaja 13 tahun ini lantas terkekeh.
Keikutsertaannya di AAMA tahun ini bukannya tanpa kendala. Mengingat jadwal kegiatan akademik di sekolah terbilang padat, Roro kudu pintar-pintar membagi waktu untuk belajar pelajaran sekolah dan MUA. Tak jarang dia merasa kelelahan karena setiap hari disibukkan dengan jadwal yang membuatnya hanya punya sedikit waktu untuk berisitirahat.
“Sejak awal November, saya penginnya belajar MUA untuk lomba itu setiap akhir pekan. Tapi ternyata setiap akhir pekan rasanya sangat lelah karena sekolah. Jadi, kemarin saya tak punya banyak waktu untuk belajar dan bersiap sebelum lomba,” ucap dara kelahiran 15 Oktober 2010 ini.
Sulung dari tiga bersaudara ini mengungkapkan bahwa tetap berniat untuk kembali berkompetisi di AAMA tahun depan. Selain itu, dia menegaskan masih ada mimpi yang harus dikejarnya di bidang MUA. Salah satunya adalah memiliki galeri make-up sendiri. Menurutnya, keberadaan galeri make-up akan lebih memudahkannya untuk saling berbagi ilmu dengan masyarakat. “Iya. Saat ini sudah mulai buat galeri atau salon make-up. Itu salah satu impian saya,” pungkasnya. (dit/c1)
Editor : Doni Setiawan