Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Mencicipi Legitnya Durian Masa Panen di Salah Satu Kebun Milik Sopiyan Warga Kabupaten Blitar

Mohammad Syafi'uddin • Selasa, 5 Desember 2023 | 06:30 WIB
MUSIM PANEN: Pelanggan berbelanja di wisata petik durian di Desa Mronjo, Kecamatan Selopuro, Sabtu (2/12).
MUSIM PANEN: Pelanggan berbelanja di wisata petik durian di Desa Mronjo, Kecamatan Selopuro, Sabtu (2/12).

BLITAR-Salah satu kebun durian di Desa Mronjo, Kecamatan Selopuro, tampak dipadati pengunjung, kemarin (2/12).

Rupanya, di sana sedang digelar wisata petik durian. Mereka yang berkunjung bisa mencicipi berbagai jenis varian buah khas daerah tropis ini.

Salah seorang pembudi daya durian asal Desa Mronjo, Kecamatan Selopuro, Sopiyan menjelaskan bahwa, buah durian biasa mulai berbungan saat memasuki April di setiap tahun.

Sedangkan sensasi rasa legit dihasilkan dari cara perawatan dari mulai durian berbunga hingga masak sempurna.

Mendekati penghujung tahun, mulai tampak kegiatan panen durian di berbagai wilayah di Bumi Penataran.

Sopiyan menambahkan, ada berbagai varian durian yang dia budi daya. Mulai dari jenis musang king, bawor, super tembaga montong, hingga jenis duri hitam.

“Yang paling enak itu duri hitam dan musang king,” jelasnya.

Harga yang dipatok untuk per kilogram durian bervariasi.

Mulai yang paling rendah yakni durian montong dihargai Rp 50 ribu, Bawor Rp 65 ribu, hingga yang paling mahal musang king yang mencapai Rp 200 ribu dan duri hitam Rp 225 ribu.

Laki-laki 60 tahun itu menjelaskan bahwa, seluruh bibit di kebun durian miliknya berasal dari wilayah Blitar.

Tapi dia memberlakukan sistem stek dengan menyambungkan dua jenis durian berbeda.

“Makanya pohonnya tidak terlalu tinggi. Kalau aslinya itu dari berbagai wilayah. Saya ambil dari Jawa Tengah lalu dikembangan dengan sistem stek,” jelasnya.

Menurutnya, buah durian tidak mudah berubah rasa. Itu bisa berubah saat memasuki musim penghujan.

Sebab, buah durian disebut peka dengan air. Jika pohon durian menyerap banyak air, maka besar kemungkinan rasa buah yang dihasilkan tak semanis saat memasuki musim kemarau.

“Tapi jika rasa berkurang, itu bisa diantisipasi dengan pemberian pupuk,” jelasnya.

Disinggung soal karakteristik durian duri hitam, Sopiyan mengungkapkan, jenis durian ini punya ciri corak berwarna hitam pada salah satu sisinya.

Sedangkan, jenis musang king yang berasal dari Malaysia memiliki ciri bentuk bintang di bagian bawah.

“Selain itu, dua jenis durian ini memiliki daging yang tebal. Tapi, jenis durian lokal seperti montong dan bawor juga tak kalah enak,” ujarnya.

Jenis buah musiman ini hanya mulai berbuah pada periode 2-3 bulan pascamemasuki musim kemarau.

Sedangkan, masa panen biasa terjadi di penghujung musim kemarau atau di masa peralihan musim.

“Setelah tujuh bulan baru mulai ada durian yang matang,” terangnya.

Sopiyan mengaku, proses mengikat durian saat masih berada di pohon tidak boleh dilakukan sembarangan.

Dia menegaskan, hal ini terbilang penting meskipun terdengar seperti barang sepele. Sebab, jika tidak diikat dengan benar, buah durian yang jatuh akan berubah rasa dan lebih mudah membusuk.

“Semisal durian montong itu baru enak setelah 4-5 hari menggatung.

Sedangkan untuk durian bawor jika sekarang sudah menggandul, besok sudah bisa dimakan.

Dan yang penting harus rajin merawat pohon agar tidak mudah terserang penyakit dan mati,” jelasnya. (mg2/dit)

 

Editor : Doni Setiawan
#durian #panen durian #musim panen