Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Pabrik Sampoerna dan Gudang Garam Buka Pabrik di Kota Blitar, Siap Serap Ribuan Pekerja

M. Subchan Abdullah • Selasa, 5 Desember 2023 | 21:00 WIB
BAKAL BEROPERASI LAGI: Bangunan bekas pabrik Apache di Kelurahan Blitar, Kecamatan Sukorejo menjadi pabrik rokok Sampoerna.
BAKAL BEROPERASI LAGI: Bangunan bekas pabrik Apache di Kelurahan Blitar, Kecamatan Sukorejo menjadi pabrik rokok Sampoerna.

KEPANJENKIDUL – Dua produsen rokok besar bakal segera menanamkan modalnya di Kota Blitar. Keduanya adalah HM Sampoerna dan Gudang Garam.

Rencananya, dua pabrik rokok tersebut menempati bangunan bekas pabrik rokok Apache di Kelurahan Blitar, Kecamatan Sukorejo. Kedua pabrik tersebut sudah memulai merekrut tenaga kerja baru.

”Ya, untuk pabrik rokok Sampoerna sudah sekitar dua bulan lalu. Rencananya dilakukan dua gelombang,” kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Blitar Heru Eko Pramono, Selasa (5/12).

Heru mengatakan, gelombang pertama Sampoerna sudah merekrut sekitar 400 orang. Kemudian dilakukan seleksi untuk menjaring sejumlah tenaga baru.

“Sedangkan gelombang kedua akan dilakukan sekitar pertengahan Desember. Perekrutan ini masih pada tataran tenaga manajemen,” terangnya.

Dinas memperkirakan, pabrik rokok Sampoerna akan beroperasi secara total pada Maret 2024. Hingga kini, rekrutmen pekerja baru tengah dilakukan secara bertahap.

Adapun kebutuhan tenaga kerja di pabrik rokok tersebut mencapai 3.114 orang. Tenaga kerja terbanyak adalah pelinting.

Sesuai rencana, pabrik rokok Sampoerna di Kota Blitar itu memproduksi rokok kretek. Nilai investasi dari produksi rokok tersebut mencapai sekitar Rp 300 miliar. Keberadaan pabrik rokok baru tersebut tentu membawa dampak positif bagi perekonomian masyarakat Blitar khususnya warga Kota Blitar.

Selain bisa menyerap tenaga kerja, juga mampu menumbuhkan ekonomi di sekitar. “Tak menutup kemungkinan tumbuh pedagang di sekitar. Rumah kos mengingat banyak tenaga kerja yang diserap hingga mencapai ribuan dan lain sebagainya,” ungkap Heru.

Tenaga kerja yang diserap nantinya diharapkan tidak sekadar tenaga baru, melainkan juga eks pekerja pabrik rokok korban PHK (pemutusan hubungan kerja). Adanya penyerapan tenaga kerja itu akan mengurangi angka pengangguran di Kota Blitar.

”Dampak positif lainnya, yakni dapat DBHCHT (dana bagi hasil cukai hasil tembakau, Red),” tuturnya.

Sementara itu, untuk pabrik rokok lain, Gudang Garam (GG), juga sedang mempersiapkan rekrutmen tenaga kerja. Lokasi pabrik rokok yang berpusat di Kediri itu tak jauh dari pabrik rokok Sampoerna. Memanfaatkan bekas pabrik rokok Apache.

“Ini yang GG juga akan kami kawal. Hanya, pabrik GG itu kemitraaan. Artinya, ada PT lain yang bermitra ke GG. Kalau sampoerna itu langsung dikelola Sampoerna. Kebutuhan tenaganya mencapai 1.000 orang,” bebernya. (sub)

Editor : Doni Setiawan
#DPMPTSP Kota Blitar #Disnaker Kota Blitar #DPMPTSP #rokok kretek #pabrik rokok blitar #sampoerna #gudang garam #pabrik rokok