Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Pemkot Blitar Minta Pabrik Sampoerna Serap Tenaga Kerja dari Warga Miskin Ekstrem

M. Subchan Abdullah • Selasa, 5 Desember 2023 | 21:30 WIB
BAKAL BEROPERASI LAGI: Bangunan bekas pabrik Apache di Kelurahan Blitar, Kecamatan Sukorejo menjadi pabrik rokok Sampoerna.
BAKAL BEROPERASI LAGI: Bangunan bekas pabrik Apache di Kelurahan Blitar, Kecamatan Sukorejo menjadi pabrik rokok Sampoerna.

BLITAR - Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar berharap perekrutan tenaga kerja pabrik rokok Sampoerna maupun Gudang Garam memprioritaskan warga Kota Blitar. Khususnya bagi eks pekerja pabrik yang terkena PHK dan warga miskin ekstrem.

”Ya, ini kami kawal sesuai dengan instruksi dari pak wali (wali kota). Diprioritaskan warga miskin ekstrem yang memasuki usia kerja bisa terekrut,” kata Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Tenaga Kerja Kota Blitar, Juyanto, Selasa (5/12/2023).

Juyanto berharap, penyerapan tenaga kerja melalui pabrik rokok baru tersebut mampu mengurangi angka pengangguran di Bumi Bung Karno. Dinas belum bisa memperkirakan penurunan angka pengangguran karena harus melihat perkembangan di lapangan.

”Kami bisa melihat setelah perusahaan ini beroperasi. Sebab, kini dalam masa perekrutan,” ujarnya.

Disnaker kini fokus pada pengentasan kemiskinan ekstrem. Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Blitar, jumlah warga miskin ekstrem di Kota Blitar mencapai 1.263 jiwa dari 271 KK (kepala keluarga). Di dalamnya terdapat usia kerja 18-58 sebanyak 353 jiwa terutama perempuan.

“Kami kawal itu. Mereka nanti tidak sekadar masuk, tetapi juga memiliki minat kerja di situ (pabrik rokok),” terangnya.

Kemiskinan ekstrem itu memang ditargetkan berkurang hingga nol. Minimal ada satu warga miskin ekstrem yang terekrut di pabrik rokok kerja tersebut.

”Jika nanti ada satu orang dari 271 KK ini bekerja dan upahnya memenuhi UMK, itu kemiskinan ekstrem sudah terangkat. Apalagi, satu KK ini yang kerja lebih dari satu orang,” tandas Juyanto.

Sekadar diketahui, dua produsen rokok besar bakal menanamkan modalnya di Kota Blitar. Keduanya adalah pabrik rokok Sampoerna dan Gudang Garam. Dua pabrik ini bakal menempati bangunan bekas pabrik rokok Apache di Kelurahan Blitar, Kota Blitar. Total nilai investasi pabrik rokok Sampoerna mencapai Rp 350 miliar. (sub)

 

Editor : M. Subchan Abdullah
#tenaga kerja #warga miskin ekstrem #pengangguran #pabrik rokok blitar #sampoerna #gudang garam #Kota Blitar