Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

PAD RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar Masih Rendah, DPRD Beri Saran Agar Terus Dilirik Warga saat Persaingan Antar Rumah Sakit Tambah Ketat

M. Subchan Abdullah • Rabu, 6 Desember 2023 | 03:25 WIB

 

 

ilustrasi rumah sakit
ilustrasi rumah sakit

BLITAR– Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang bersumber dari Badan Layanan Umum (BLUD) Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Mardi Waluyo yang masih rendah mendapat catatan dari DPRD Kota Blitar. Hingga memasuki Desember pendapatan daerah dari rumah sakit daerah tersebut masih sekitar 75 persen dari target sekitar Rp 103 miliar.

Karena itu, DPRD Kota Blitar mendorong RSUD Mardi Waluyo untuk meningkatkan inovasi layanan kesehatan. Apalagi, kini sudah ada beberapa rumah sakit (RS) baru yang berdiri di Blitar. “Termasuk di Kabupaten ada yang baru berdiri. Keberadaan rumah sakit baru bisa juga menjadi salah satu faktor,” kata Ketua DPRD Kota Blitar dr Syahrul Alim.

Syahrul tidak menampik adanya beberapa rumah sakit baru yang berdiri di kota maupun Kabupaten Blitar. Tak dipungkiri akan menimbulkan persaingan antar rumah sakit. ”Makanya perlu inovasi layanan program rumah sakit sehingga masyarakat mau melirik untuk periksa ke RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar,” ungkapnya.

Inovasi layanan, menurut dia, bisa dari alat kesehatan canggih untuk menunjang operasi. Dengan harapan, RSUD Mardi Waluyo bisa menjadi rujukan bagi RS di sekitarnya. “Sehingga, ketika ada pasien yang mau operasi tidak perlu dibawa ke Malang atau Surabaya karena RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar sudah bisa,” ujar politikus PDI-P ini.

Selain faktor keberadaan RS baru, belum terbayarkannya klaim Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) atau BPJS Kesehatan juga menjadi penyebab rendahnya pendapatan. Selama ini, klaim JKN menyumbang pendapatan lumayan besar di BLUD. Seperti diketahui, pada masa pandemi Covid-19 lalu, nilai klaim BPJS meningkat dua kali lipat dibanding klaim BPJS murni.

Dengan kondisi tersebut, menurut Syahrul, kinerja RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar tidak sepenuhnya bisa dikatakan kurang optimal. Sebab, pendapatan RS dari klaim JKN itu tergantung juga dari keberadaan pasien yang dirawat. Selain itu, juga faktor lain seperti kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Ketua Komisi I DPRD Kota Blitar Nuhan Eko Wahyudi mengatakan, RSUD Mardi Waluyo memang harus meningkatkan inovasi pelayanan kesehatan. Mengingat, kini telah berdiri beberapa RS baru di kota maupun Kabupaten Blitar. ”Intinya inovasi layanan kesehatan ditingkatkan agar masyarakat tertarik untuk memeriksakan diri ke RSUD Mardi Waluyo,” terangnya.

Menanggapi hal itu, dari pihak RSUD Mardi Waluyo belum bisa dikonfirmasi lebih lanjut. Jawa Pos Radar Blitar sudah menghubungi humas RS dan masih akan disampaikan kepada pimpinan. ”Ya mas sudah saya sampaikan ke kabag umum. Menunggu konfirmasi,” kata Humas RSUD Mardi Waluyo, Yosi. (sub)

 

Editor : Doni Setiawan
#RSUD Mardi Waluyo #DPRD #Kota Blitar #pad