BLITAR – Memasuki musim penghujan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Blitar gupuh perampasan pohon. Hal ini dilakukan untuk menghindari pohon tumbang yang tidak hanya mengganggu mobilitas namun juga keselamatan warga.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Achmad Cholik mengaku timnya rutin melakukan pemangkasan pohon. Salah satunya, di Jalan Raya Salak Pandean, Kecamatan Wlingi kemarin (4/12). Ada enam hingga tujuh orang yang melakukan kegiatan perampasan tersebut.
“Minggu ini kita di Wlingi, dan pekan depan dilakukan di wilayah lain. Kalau tidak Senin ya Sabtu kita akan memangkas ranting pohon di Jalan Manokwari sekitaran DLH. Itu tergantung dari rapat tidaknya ranting di Wlingi, jika rapat sehari tidak selesai,” terangnya.
Cholik tidak bisa memastikan selesainya perampasan di area Wlingi. Yang jelas, setelah area kantor DLH dilajutkan perampasan ke daerah Lodoyo yang memiliki pepohonan yang tinggi.
“Biasanya pemangkasan itu juga dilakukan di Sanankulon, Ponggok, Sutojayan, Pandean, dan Talun. Yang jelas itu di jalan-jalan kabupaten dan sudah sesuai dengan hasil pengamatan tim atau laporan dari warga,” ujarnya.
Namun, tidak semua permintaan warga bisa dituruti oleh dinas. Cholik mengaku ada beberapa pohon yang harus memang di potong. Seperti kondisi pohon yang tidak lagi sehat, akar atau batang pohon lapuk. “Jika akar lapuk itu, pohon akan kami potong. Namun jika batangnya atau dahanya maka cukup dengan di pangkas,” ujarnya.
Terkait pohon yang menjulang tinggi, dia mengaku tidak akan selalu meminta bantuan. Menurutnya, jika timnya masih bisa mengatasi maka tidak perlu meminta bantuan ke dinas lain.
“Namun kalau ada ranting yang berdekatan dengan kabel jaringan listrik. Kita juga minta tolong ke PLN, dan jika pohon terlalu tinggi. Kita meminta bantuan ke dishub untuk pinjam skyliftnya,” ujarnya. (mg2/hai)
Editor : Doni Setiawan