Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Progres Pembangunan Proyek Strategis Lambat, Pemkot Blitar Minta PUPR bisa Temukan Solusi

Mila Inka Dewi • Jumat, 8 Desember 2023 | 16:00 WIB
LAMBAN: Penampakan gedung Kantor Kelurahan Tlumpu yang belum tuntas 100 persen, kemarin (6/12).
LAMBAN: Penampakan gedung Kantor Kelurahan Tlumpu yang belum tuntas 100 persen, kemarin (6/12).

BLITAR - Sejumlah proyek strategis Kota Blitar kembali dimonitor jajaran Pemerintah Kota (pemkot) Blitar, Rabu (6/12/2023). Mengingat, sudah memasuki Desember dan beberapa proyek juga harus tuntas dikerjakan pekan ini.

Ada lima titik proyek pembangunan yang menjadi sasaran monitoring. Yakni, gedung SMPN 6 Blitar, gedung Kelurahan Kepanjelor, Aloon-Aloon tahap I, Pasar Templek Tahap II dan Gedung Kantor Kelurahan Tlumpu.

Hasilnya, ada dua proyek yang mengalami keterlambatan progres, yakni pembangunan gedung SMPN 6 dan kantor Kelurahan Tlumpu.

Wakil Walikota Blitar, Tjutjuk Sunario menyatakan bahwa memang ada keterlambatan pengerjaan dari target yang ditentukan.

Seperti progres kantor Kelurahan Tlumpu masih 87 persen dan gedung SMPN 6 Blitar 86 persen. Progres pekerjaan dua proyek tersebut dinilai paling lambat.

”Kami harap pembangunan bisa segera diselesaikan sesuai aturan kontrak. Jika belum selesai tepat waktu ada pasal-pasal yang harus terpenuhi,” jelasnya usai monitoring, kemarin.

Namun, pemkot tetap menginginkan pembangungan selesai tepat waktu dan tidak ada masalah dikemudian hari.

”Yang pasti, denda itu bukan solusi. Yang kami harapkan cepat selesai. Mudah-mudahan dari PUPR bisa memberikan solusi agar pembanguan bisa selesai tepat waktu,” katanya.

Sesuai kontrak, pembangunan kantor Kelurahan Tlumpu berakhir pada 8 Desember. Tjutjuk menyadari bahwa dengan waktu yang mepet tersebut pekerjaan jelas tidak bisa selesai tepat waktu. Di samping itu, ada beberapa jenis pekerjaan yang tidak bisa ditabrak alias dikebut.

”Misalnya pengecoran. Sebab, jika kondisi biasa baru bisa dibuka setelah 28 hari. Jika ada pekerjaan lain bisa sampai dua bulan,” terangnya. Diapun meminta supaya pekerjaan bisa dipercepat. ”Ya maksimal tidak lebih dari 3 minggu bisa selesai,” imbuhnya.

Sementara itu, untuk progres proyek lainnya seperti kantor Kelurahan Kepanjenlor sudah 99 persen dan tinggal finishing. Pembangunan alun-alun Kota Blitar sudah mencapai 75 persen dan Pasar Templek dipastikan bisa selesai.

“Ya, karena tinggal pekerjaan yang mudah-mudah dan targetnya masih tanggal 27. Untuk alun-alun sudah ada material yang on side dan siap dikerjakan. Jadi memungkinkan selesai tepat waktu,” katanya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Suharyono mengakui ada beberapa titik yang masih perlu kecepatan pengerjaan dan harus selesai 100 persen.

Salah satunya Kantor Kelurahan Tlumpu. Sebelumnya dinas PUPR sudah berkomunikasi dengan penyedia atau kontraktor untuk segera menuntaskan pekerjaan. Rencananya, masalah keterlambatan dirapatkan hari ini dengan direksi.

Sesuai kontrak, pembangunan kantor kelurahan harus selesai 8 Desember. Dinas pun memberikan waktu tambahan 12 hari untuk merampungkan.

Dia juga sudah menyampaikan bahwa masih ada cukup waktu untuk menyelesaikan pembangunan.***

Editor : Doni Setiawan
#proyek #pembangunan #proyek strategis #pemkot