BLITAR - Puluhan event lari sudah diikuti Aida Binar Zakiya. Mulai dari level desa hingga event regional pernah ia lakoni.
“Dari kelas lima SD, saya sudah megikuti klub lari. Tidak terasa kini sudah dua tahun tergabung dalam klub itu,” ujarnya saat ditemui disekolahnya Kamis (6/12/2023).
Tidak semudah yang dibayangkan, berlari memerlukan tenaga dan stamina yang kuat. Untuk hal ini, Zakiya rajin berlatih.
Tidak hanya di dalam klub, tapi waktu longgarnya juga ia manfaatkan untuk lari pagi bersama teman-temannya.
“Semua itu karena teman. Gabung klub itu pun juga karena teman,” terangnya.
Seakan masih kemarin Zakiya gabung ke dalam klub. Waktu itu masih membekas dalam ingatannya.
Kala pertama berlatih, Zakiya diberi kelonggaran dan dibolehkan berlari mengikuti ritme pelatihan di klub selama dua hari, yakni hari Selasa dan Jumat.
Perlahan jumlah latihan ini bertambah. Dalam sepekan, empat hari ia gunakan untuk berlatih.
Bukan hal mudah untuk bertahan dalam klub. Pelatihan yang padat menjadi alasan utama dia pernah berpikir untuk mundur.
“Karena rutinnya pelatihan lari pada sore hari, saya sampai jarang mengaji. Akhirnya saya memilih untuk mundur dan tidak ikut latihan,” jelasnya.
Namun, rencana ini terhenti ketika dapat informasi dari teman satu klub. Zakiya dicari oleh pelatih agar kembali bergabung ke dalam klub.
Dari informasi tersebut, dia memilih untuk kembali ke klub. Terlebih lagi, banyak teman -teman yang menunggunya untuk berlatih bersama.
Zakiya pun kembali giat berlatih. Puncaknya, saat event atletik lari sprint 60 meter dalam ajang Bupati Cup tingkat SD beberapa hari lalu, dia berhasil menyabet juara satu.
“Itu suatu prestasi yang tidak saya kira-kira,” ungkapnya dengan senyum malu-malu.
Prestasi ini menjadi awal yang tak terlupakan. Persaingan yang intens, pertandingan yang seru, dan bertemu banyak orang baru menjadi pelecut semangatnya.
Capaian ini semakin meneguhkan hati Zakiya untuk terus berusaha dan sering mengikuti berbagai ajang perlombaan lari, terutama level yang lebih tinggi.
Tidak hanya Zakiya, guru di SDN Tlogo 2, Nanda Dwi Asmoro juga merasa bangga dengan prestasi yang diperoleh oleh anak didiknya ini.
Pasalnya, berbagai tahapan dan seleksi ketat di tingkat kecamatan berhasil dilalui hingga berlaga di event lari tersebut.
“Bagaimana tidak bangga, dalam setiap seleksi Zakiya selalu memperoleh juara satu. Hingga lomba Bupati Cup juga juara satu,” ujarnya.
Dalam lomba yang diselenggarakan di Stadion Gelora Penataran tersebut, Nanda mengaku tak banyak persiapan yang dilakukan oleh anak didiknya. Pelatihan dari klub dirasa sudah mencukupi untuk langsung bertanding.
“Zakiya itu anak yang berprestasi, dari dulu sudah sering mengikuti lomba. Bahkan sudah menjadi kuda hitam di SD ini,” terangnya. (*/c1/hai)
Editor : Doni Setiawan