Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Masuki Tahap Akhir Dispendik Kota Blitar Lakukan Segala Cara Agar Proyek Pembangunan SMPN 6 Blitar Rampung Tepat Waktu

Mila Inka Dewi • Sabtu, 9 Desember 2023 | 06:00 WIB

 

TERUS DIKEBUT: Ratusan pekerjaan dikerahkan untuk menuntaskan pekerjaan proyek gedung SMPN 6 Blitar, kamis (7/12). Progres sudah mencapai sekitar 88 persen.
TERUS DIKEBUT: Ratusan pekerjaan dikerahkan untuk menuntaskan pekerjaan proyek gedung SMPN 6 Blitar, kamis (7/12). Progres sudah mencapai sekitar 88 persen.

TERUS DIKEBUT: Ratusan pekerjaan dikerahkan untuk menuntaskan pekerjaan proyek gedung SMPN 6 Blitar, kamis (7/12). Progres sudah mencapai sekitar 88 persen.

 

BLITAR – Proyek pembangunan gedung sekolah menengah pertama negeri (SMPN) 6 Blitar menjadi salah satu proyek strategis yang dinilai lamban. Hal itu diketahui ketika Wakil Wali Kota Blitar Tjutjuk Sunario beserta jajaran terkait meninjau langsung progres gedung SMP yang terletak di Jalan Pemuda Soempomo, Kecamatan Sananwetan tersebut.

Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Blitar selaku pengampu proyek berupaya maksimal untuk menuntaskan proyek sebelum kontrak berakhir. Dinas juga meminta pelaksana proyek untuk menambah jumlah pekerja. Kini sudah sekitar 300 pekerja yang dikerahkan untuk merampungkan proyek senilai Rp 17 miliar itu.

Jumlah pekerja itu bisa bertambah menyesuaikan kompetensi. Artinya, dispendik tidak sembarang merekrut pekerja. Selain itu, ada beberapa pekerja yang berhenti sehingga menghambat pekerjaan. Sebagian pekerja pun harus lembur. “Saat ini pengerjaan tinggal finishing. Seperti pengecatan, plamir, pasang keramik, dan aksesori lampu hias,” beber Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Dispendik Kota Blitar Jais Alwi Mashuri kepada Jawa Pos Radar Blitar, kemarin (7/12).

Jais mengatakan, penambahan personel juga dilakukan karena beberapa pekerja ada yang berhenti. Sebab, beberapa pekerja berasal dari luar kota. Tak jarang mereka pulang ke kampung halaman setelah beberapa bulan bekerja.

Keterlambatan material, lanjut dia, juga menjadi salah salah satu faktor. Salah satunya adalah material keramik yang tak kunjung datang. Padahal, dispendik sudah jauh-jauh hari memesan keramik. “Alhamdulillah untuk material keramik sudah datang sehingga segera dikebut. Keramik sudah ada sebagian yang selesai. Sementara dinding belum dipasang, otomatis lantai tidak bisa dipasang keramik,” jelas pria berkacamata ini.

Sesuai target, pekerjaan harus tuntas sebelum 13 Desember 2023. Jika pembangunan tidak selesai sesuai target akan dipertimbangkan untuk menambah waktu pengerjaan. ”Namun dengan konsekuensi denda,” jelasnya.

Progres pembangunan gedung SMPN 6 Blitar hingga kemarin sudah mencapai sekitar 88 persen. Pengerjaan tahap I yakni pada gedung kantor, 3 blok ruang kelas dengan 24 ruang, dan pagar keliling. Tahap I menelan anggaran Rp 17 miliar.

“Kami tetap optimistis dan berupaya agar pengerjaan selesai tepat waktu. Dengan menambah pekerja hingga lembur sehingga selesai sesuai target,” katanya.

Dispendik sudah merencanakan pembangunan tahap II pada 2024. Pembangunan lanjutan itu untuk objek sarana dan prarasana pendukung. Yaitu, musala, aula, perpus, ruang lab, ruang UKS, ruang OSIS, ruang kesenian, kantin, dan lain-lain. (ink/c1/sub)

Editor : Doni Setiawan
#pembangunan 100 masjid #Dispendik #proyek strategis #SMPN 6 Blitar