Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Sabo Dam Terendam saat Musim HujanWarga Plumpung Terancam Kehilangan Akses Jalan,Kades:Kami Sudah Mengajukan Permohonan Renovasi Namun Ditolak

Agus Muhaimin • Sabtu, 9 Desember 2023 | 06:10 WIB
BERBAHAYA: Warga Desa Plumpungrejo, Kecamatan Kademangan, memanfaatkan sabo dam di Dusun Precet yang dinilai membahayakan.
BERBAHAYA: Warga Desa Plumpungrejo, Kecamatan Kademangan, memanfaatkan sabo dam di Dusun Precet yang dinilai membahayakan.

 

BLITAR – Warga Desa Plumpungrejo justru galau. Sabo dam di Dusun Precet yang biasa mereka manfaatkan kemungkinan terancam tidak bisa digunakan. Pasalnya, debit air di bawah sabo dam tersebut naik saat musim penghujan.

“Sabo dam ini sangat membantu karena mempercepat jarak tempuh,” ujar warga Desa Plumpungrejo, Syaifudin.

Dia menambahkan, ada jalan alternatif lain selain melewati sabo dam tersebut. Namun, jaraknya terlalu jauh sehingga tidak efisien. Syaifudin berharap sarana penghubung ini diperbaiki layaknya bangunan jembatan.

Di lokasi berbeda, Kepala Desa Plumpungrejo, Subakat mengatakan, masyarakat berharap ada perbaikan atau tambahan pada bangunan yang menghubungkan antardesa tersebut. “Kami berharap pemerintah memperhatikan kondisi sabo dam ini. Sehingga masyarakat aman saat memanfaatkan infrasruktur itu,” katanya.

Dia mengungkapkan bahwa sering terjadi kecelakaan atau pengendara terjatuh ke sungai. Bahkan, belum lama ini sebuah truk yang membawa material bangunan juga tercebur ke sungai. “Saat musim hujan tidak bisa dilewati karena aliran air meluap sampai atas sabo dam,” jelasnya.

Subakat mengaku pemerintah desa sudah berusaha maksimal untuk mencari dukungan perbaikan atau fasilitas tambahan di sabo dam tersebut. Salah satunya dengan bersurat kepada dinas terkait pada 2020 lalu. “Tahun 2020 sudah saya ajukan permohonan bantuan renovasi sabo dam ke pemerintah, tinggal lelang, tapi sayang sekali kena refocusing anggaran karena imbas pandemi Covid-19” ungkapnya.

Untuk tahun anggaran 2024, pihaknya juga sudah mengajukan permohonan renovasi sabo dam ini kepada pemerintah daerah. Paling tidak ditinggikan dan dilengkapi dengan pengaman di kanan-kiri sarana penghubung ini. “Jalur tersebut digunakan untuk akses perekonomian masyarakat dan anak sekolah. Semoga pengajuan tahun depan bisa di-acc,” katanya. (iyo/c1/hai)

Editor : Doni Setiawan
#banjir #dam #musim hujan