Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Viral, Suami Bunuh Istri di Blitar, Reka Adegan Bongkar Fakta Mengejutkan Ini..

M. Subchan Abdullah • Selasa, 12 Desember 2023 | 01:00 WIB

 

Sempat Acungkan Pisau,tersangka pembunuhan terhadap istrinya
Sempat Acungkan Pisau,tersangka pembunuhan terhadap istrinya

BLITAR - Suprio Handono (SH), 32, warga Desa Bacem, Kecamatan Ponggok, Blitar, tersangka pembunuhan terhadap istrinya, Fitriani, terancam pasal berlapis.

Selain dikenakan pasal 338 KUHP, SH juga disangka pasal kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Jumat (8/12/2023), SH menjalani rekonstruksi kasus pembunuhan bersama Satreskrim Polres Blitar Kota dan Polsek Ponggok.

Sebanyak 21 adegan diperagakan. Selama rekonstruksi berlangsung, beberapa fakta ditemukan.

Pantauan Jawa Pos Radar Blitar di lokasi, petugas kepolisian bersama tim kejaksaan datang di TKP sekitar pukul 09.30 WIB. Petugas langsung rekonstruksi menghadirkan tersangka.

Adegan pertama, Handono memperagakan saat melihat Fitriani datang ke rumahnya lewat pintu belakang seminggu sebelum dihabisi pada Oktober 2021.

Saat itu, tersangka sedang mencuci baju dan dikagetkan dengan sang istri yang muncul di hadapannya sambil menelepon seseorang.

Handono mengatakan, Fitriani datang untuk bertemu kedua anaknya dan pamit untuk bekerja di Kediri.

Dalam rekonstruksi itu, Fitriani terlihat kembali pergi meninggalkan rumah tersebut. Sepekan kemudian, korban datang lagi ke rumahnya dan tidak disangka saat itu menjadi hari terakhirnya.

SH mengaku bahwa Fitriani lagi-lagi datang lewat pintu belakang saat dia sedang memasak.

Handono dan Fitriani memulai obrolan di dapur dengan pembahasan terkait dugaan perselingkuhan yang dilakukan oleh istrinya.

Selain itu, Handono sempat meminta diantarkan ke rumah laki-laki yang menjadi selingkuhan Fitriani, tetapi ditolak. Fitriani juga bercerita bahwa tidak jadi dinikahi oleh pria yang diduga selingkuhannya.

Baca Juga: Penjambret Spesialis Emak-Emak Berhasil Dibekuk Polres Kota Blitar,Pelaku Terancam Hukuman Hingga 9 Tahun

Adu mulut yang awalnya di dapur, berlanjut di ruang tengah depan kamar. Handono mengaku emosi dan gelap mata karena Fitriani tidak bisa dinasihati.

Fakta terbaru, Fitriani sempat menunjuk-nunjuk Handono memakai pisau saat cekcok. Puncaknya pada adegan kedelapan ketika Handono tibatiba ambil kayu bakar dari dapur.

Lalu, kayu itu dipukulkan ke bagian belakang leher istrinya. Posisi Fitriani ketika itu jongkok hingga ambruk tertelungkup.

Handono lalu memastikan kondisi istrinya dengan mengecek hidung dan ternyata tidak bernapas.

Lalu, dia mengangkat jenazah istrinya ke dalam kamar. Setelah itu, Handono melepas baju korban untuk membersihkan darah yang menetes dari mulut.

Beberapa saat kemudian, Handono membongkar lantai di salah satu kamar dekat dapur. Pada ruang itu, dia membuat lubang untuk mengubur jasad Fitriani.

Kapolsek Ponggok AKP Sujarwo mengatakan bahwa memang ada beberapa adegan tambahan, seperti korban yang sempat membawa pisau dan adegan kecil lainnya. Dengan begitu, adegan yang awalnya hanya 15, kemudian berubah sebanyak 21.

“Proses selanjutnya, kami menunggu berkas dari KUA Konda untuk surat keterangan nikah. Setelah itu, berkas kasusnya dikirim ke kejaksaan,"

"Saya minta surat keterangan nikah sebagai tambahan berkas dalam pasal undang-undang KDRT,” ujar Sujarwo seusai rekonstruksi.

Untuk hasil forensik, jelas dia, sudah keluar dan memenuhi unsur kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Namun, hasil pemeriksaan tulang belum keluar karena diperiksa tim forensik di Jakarta. Dari hasil forensik, ditemukan bekas pemukulan tersangka kepada korban memakai kayu di bagian tengkuk yang menjadi penyebab kematian.

Meskipun dilakukan satu kali, tindakan itu menyebabkan pendarahan. “Kayu yang dipakai tidak besar, tapi keras. Sehingga korban langsung tidak sadarkan diri dan meninggal dunia,” terangnya.

Sementara itu, pada akhir rekonstruksi tersangka terlihat dipeluk oleh kakak perempuannya, Nurul Arifah.

Mereka berpelukan hampir satu menit hingga membuat tersangka meneteskan air mata. Nurul saat itu menanyakan kabar adiknya yang jadi tahanan Polres Blitar Kota.

Selain itu, SH meminta maaf terhadap tindakannya karena banyak saudara yang tidak menyangka.

”Saya masih tidak menyangka. Tapi, syukur adik saya masih terlihat sehat dan lebih gemuk dari sebelumnya,"

"Saya rindu dia, karena terakhir ketemu ketika pembayaran rumah. Untuk anak Handono sudah diungsikan di tempat yang aman, dan sudah menerima pendampingan dari UPT perlindungan perempuan dan anak (PPA),” pungkasnya.

Editor : Doni Setiawan
#pembunuhan #kdrt #acungkan pisau