BLITAR - Momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) tampaknya belum terlalu meningkatkan okupansi hotel di wilayah Kota Blitar. Bahkan, wisatawan diprediksi hanya akan menginap mendekati tanggal merah saja.
Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Blitar, Reza Hasjim mengatakan, sejak dulu animo masyarakat untuk menginap tidak terlalu tinggi pada momen libur Nataru di Kota Blitar.
Berbeda dengan momen Lebaran Idul Fitri di Kota Blitar. Pengunjung akan menginap bahkan seminggu sebelum Lebaran. Karena itu, momen Nataru kali ini diprediksi tidak meningkat signifikan.
“Kini masih belum terlihat ada kenaikan. Biasanya, mereka akan menginap mulai tanggal 24 dan 25 saja, atau tanggal 31 pada malam tahun baru,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Blitar, Rabu (12/22/2023).
Menurut dia, perkembangan rumah indekos di Kota Blitar semakin meningkat. Banyak masyarakat yang membuka rumah kos atau kontrakan.
Selain itu, banyak rumah kos yang menyewakan kamar secara harian. Karena itu, masyarakat memilih menginap di rumah kos dengan harga yang lebih miring.
Saat ini, lanjutnya, mayoritas masyarakat lebih memilih menghabiskan libur di kota-kota besar. Misalnya, Kota Batu, Malang.
Saat ini di Kota Blitar menyuguhkah wisata religi, seperti Makam Bung Karno dan Masjid Ar-Rahman. Selain itu, ada juga wisata edukasi Kampung Cokelat dan Blitar Park.
“Sebenarnya itu cukup membantu meningkatkan kunjungan wisata dan keinginan masyarakat untuk berkunjung. Banyak pengunjung yang menginap untuk mampir ke Masjid Ar-Rahman,” imbuhnya.
Reza menambahkan, adanya bandara baru Dhoho di Kediri harus dimanfaatkan oleh Pemerintah Kota Blitar. Yakni dengan mengadakan rute penumpang dari bandara ke terminal Patria Blitar.
Dengan begitu, masyarakat bisa melirik potensi wisata, khususnya di Kota Blitar.
Tentunya hal itu akan berdampak pada kunjungan wisatawan dan okupansi hotel yang ada di Blitar.
“Mungkin karena Kota Blitar termasuk kota yang kecil. Jika ada rute bus itu tentu akan bagus untuk meningkatkan kunjungan wisata di Blitar,” tandasnya.(ink)
Editor : M. Subchan Abdullah