Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Sudah Jalani Kerjasama dengan Pabrik Rokok PT HM Sampoerna untuk Beroperasi, Pemkot Blitar Akan Prioritaskan Warga Tertentu sebagai Pekerja

M. Luki Azhari • Rabu, 13 Desember 2023 | 22:30 WIB
Aktivitas melinting rokok di pabrik rokok
Aktivitas melinting rokok di pabrik rokok

BLITAR - Persoalan kemiskinan ekstrem di Kota Blitar ternyata belum rampung. Namun, kabar gembira datang melalui penandatanganan kerja sama Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar dengan salah satu pabrik rokok level nasional PT HM Sampoerna. Salah satu poin pentinya adalah prioritas warga miskin sebagai tenaga kerja.

Untuk diketahui, hingga bulan ini masih terdapat ribuan jiwa di Kota Blitar dari catatan  Pemkot Blitar yang masuk kategori berpenghasilan relatif rendah tiap bulannya. Dengan adanya PT HM Sampoerna ini 

Pemkot Blitar dan pabrik rokok PT HM Sampoerna kemarin melakukan sosialisasi terkait rekrutmen calon tenaga pabrik rokok menjelang operasional pabrik.

Salah seorang warga Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, yang enggan menyebut namanya mengaku bahwa pemerintah perlu memberikan solusi terkait kemiskinan ekstrem ini.

Menurut dia, masih banyak warga yang hidup di bawah garis kemiskinan dan memerlukan pekerjaan layak.

“Paling tidak kami difasilitasi untuk mendapatkan pekerjaan. Saya sendiri yakin kalau pengangguran juga terserap, jumlahnya juga akan turun, kota semakin maju,” ujarnya seusai mengikuti sosialisasi rekrutmen, Selasa (12/12/2023).

Pihaknya meminta sosialisasi pabrik rokok yang akan beroperasi pada awal tahun nanti bisa berdampak positif. Utamanya untuk masyarakat Bumi Bung Karno yang masih memerlukan pekerjaan.

“Semoga tidak berhenti di sini, harapannya ada kelanjutan di tahap berikutnya,” tutur perempuan 25 tahun ini.

Wali Kota Santoso mengaku tidak tinggal diam atas persoalan kemiskinan ekstrem itu. Keikutsertaan warga dalam sosialisasi tersebut merupakan bagian dari upaya pemkot untuk memangkas jumlah warga pengangguran sekaligus memperbaiki taraf hidup masyarakat.

“Semoga setelah dapat penjelasan, persyaratan bisa diikuti, pada akhirnya mereka bisa kerja di pabrik rokok tersebut,” ungkapnya.

Bukan hanya PT HM Sampoerna Tbk, ungkap dia, salah satu pabrik rokok terkemuka yakni PT Gudang Garam juga akan beroperasi di Kota Blitar.

Pihaknya pun akan mempermudah proses perizinan sesuai regulasi yang ada sehingga bisa segera menyerap tenaga kerja lokal secara masif.

“Karena kalau bisa masuk, dan kemungkinan Maret operasionalnya. Kami akan beri kemudahan dalam proses perizinan sehingga bisa bantu mengatasi kemiskinan,” paparnya.

Terpisah, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Mikro, dan Tenaga Kerja (Dinkop, UKM, dan Naker) Kota Blitar Juyanto menyebut, sejatinya warga miskin ekstrem mencapai 271 kepala keluarga (KK) atau 1.263 jiwa.

Namun hanya warga rentang usia produktif yang mengikuti sosialisasi tersebut. Mereka berada di rentang usia 18-55 tahun dengan jumlah 353 orang.

“Acuannya, usia ini usia kerja. Dengan harapan, warga yang dapat sosialisasi, warga yang masuk kemiskinan ekstrem ini biar dapat kerja layak,” tuturnya.

Juyanto memastikan akan terus mengawal proses tersebut. Pihaknya juga berpesan agar selama rekrutmen nantinya pelamar bisa mematuhi persyaratan yang ada.

“Perusahaan memiliki kriteria atau persyaratan yang harus dipenuhi oleh pelamar. Dalam hal ini, kami tidak bisa memaksakan harus diterima,” tandasnya.

Seperti diketahui, pabrik rokok PT HM Sampoerna Tbk bakal beroperasi dalam waktu dekat. Estimasi pekerja yang diperlukan lebih dari 3.000 orang. Adapun nilai invetasi pabrik ini mencapai Rp 350 miliar.

Pabrik rokok sigaret kretek tangan (SKT) ini nantinya beroperasi di bekas pabrik rokok Apache, yakni di Kelurahan Blitar, Kecamatan Sukorejo.(luk)

Editor : M. Subchan Abdullah
#rokok #lowongan pekerjaan #pabrik rokok #pt hm sampoerna #Kota Blitar #Pemkot Blitar