Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Gejala dan Upaya Penanganan Penyakit Diabetes Melitus

M. Subchan Abdullah • Rabu, 13 Desember 2023 | 20:00 WIB
ANNISA LATIFATUL BAROROH
ANNISA LATIFATUL BAROROH

Diabetes melitus merupakan penyakit kronis disebabkan oleh kadar gula darah yang tinggi di dalam tubuh manusia. Kadar gula darah berasal dari makanan dan minuman yang kita konsumsi di setiap harinya. Seseorang yang terkena penyakit diabetes melitus apabila tidak cepat ditangani maka akan menimbulkan terjadinya komplikasi penyakit lain, yakni penyakit jantung, gagal ginjal, buta, dan kerusakan pada sistem saraf lainnya. Adapun beberapa gejala ringan yang dialami oleh penderita penyakit diabetes melitus yaitu rasa haus yang berlebihan, rasa ingin buang air kecil berlebihan, penglihatan kabur, mudah mengantuk, mual-muntah, menurunnya daya tahan tubuh, dan meningkatnya rasa lapar secara berlebihan.

Penyakit diabetes melitus terbagi menjadi tiga tipe. Tipe 1 tergantung insulin. Diabetes tipe ini terjadi karena sistem imun tubuh menyerang organ pankreas yang berperan untuk menghasilkan hormon insulin.  Biasanya muncul bukan karena pengaruh gaya hidup, melainkan karena adanya kerusakan hormon insulin pada tubuh manusia. Lebih sering terjadi pada anak-anak dan dewasa muda. Diabetes tipe 1 termasuk penyakit yang tidak dapat disembuhkan dan bertahan seumur hidup.

Kemudian, diabetes tipe 2 tidak tergantung insulin. Diabetes ini merupakan jenis yang paling banyak dialami. Seseorang bisa menderita diabetes tipe 2 pada usia berapa pun, bahkan usia anak-anak. Pada diabetes tipe 2, tubuh masih dapat memproduksi insulin, tetapi insulin gagal melakukan tugasnya sehingga glukosa tidak dapat masuk ke dalam sel. Penderita diabetes tipe ini memproduksi insulin dengan jumlah makin sedikit secara periodik. Oleh karena itu dilakukan peningkatan dosis obat atau mulai menggunakan insulin untuk menjaga diabetes agar tetap terkontrol dengan baik. Selanjutnya, diabetes melitus tipe 3 gestational. Diabetes tipe ini merupakan diabetes yang paling sering dialami oleh wanita yang sedang hamil.

Ada hal-hal yang menyebabkan terjadinya ketiga tipe penyakit diabetes melitus ini. Diabetes melitus tipe 1 disebabkan oleh sistem daya tahan tubuh yang lemah. Sistem kekebalan tubuh yang seharusnya berfungsi melawan bakteri atau virus berbahaya malah menyerang dan menghancurkan sel-sel yang memproduksi insulin di pankreas. Hal ini membuat tubuh memiliki sedikit atau bahkan tanpa insulin. Akibatnya, gula menumpuk di aliran darah.

Penyebab diabetes melitus tipe 2 adalah faktor usia, obesitas atau kegemukan, riwayat keluarga, memiliki bayi yang beratnya lebih dari 4.000 gram, mempunyai riwayat penyakit diabetes selama hamil, tekanan darah tinggi, kolestrol tinggi, kurang aktivitas fisik, atau memiliki riwayat penyakit jantung dan stroke sebelumnya.

Sementara itu, diabetes melitus tipe 3 disebabkan karena selama kehamilan plasenta menghasilkan hormon untuk mempertahankan kehamilan. Hormon-hormon ini membuat sel-sel menjadi lebih tahan resisten terhadap insulin. Biasanya, pankreas akan merespons dengan memproduksi cukup insulin tambahan untuk mengatasi resistensi ini. Namun terkadang pankreas tidak dapat melakukannya. Ketika hal ini terjadi, maka jumlah glukosa yang bisa masuk ke sel-sel tubuh menjadi terlalu sedikit dan kebanyakan tinggal di darah sehingga mengakibatkan terjadinya diabetes gestasional.

Faktor penyebab penyakit diabetes melitus tidak hanya melalui pola hidup yang kurang sehat. Bisa juga melalui faktor riwayat keluarga sebelumnya. Namun, jangan khawatir, faktor penyebab dari riwayat keluarga ini bisa disembuhkan dengan cara melakukan beberapa hal di bawah ini.

Cara mencegah agar terhindar dari penyakit diabetes melitus adalah menjaga pola hidup sehat. Di antaranya, menjaga pola makan, hindari banyak mengonsumsi makanan yang mengandung lemak tinggi dan gula, rajin berolahraga, dan rutin check up GDS (gula darah sewaktu) di rumah sakit, klinik, maupun puskesmas.

Jangan khawatir apabila Anda sudah terlanjur terkena penyakit diabetes melitus. Karena di beberapa rumah sakit dan juga klinik terdekat sudah terdapat obat untuk mengobatinya. Biasanya sebelum pemberian obat akan dilakukan beberapa pemeriksaan umum, yakni melakukan pengecekan TTV (tanda-tanda vital) terlebih dahulu seperti tekanan darah tinggi, saturasi udara, suhu, pengecekan GDS, kolestrol, dan juga asam urat guna mengetahui penyakit apa saja yang diderita oleh pasien tersebut.

Apabila hasil dari pemeriksaan menunjukan bahwa pasien mengalami penyakit diabetes mellitus, maka kami akan segera mengomunikasikan kepada tenaga medis lainnya untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Setelah melakukan pemeriksaan lebih lanjut kami para tim medis akan melakukan pemberian terapi obat kepada pasien. Setelah pemberian terapi obat, pasien penyakit diabetes melitus akan disarankan oleh para tenaga medis untuk melakukan rawat jalan. Pasien akan dianjurkan untuk melakukan medical check up rutin selama sebulan sekali.

Akan tetapi, penanganan penyakit diabetes melitus ini dapat dilakukan secara mandiri di rumah tanpa harus datang langsung kerumah sakit, klinik, maupun rumah sakit terdekat. Cara melakukan pemeriksaan mandiri adalah dengan membeli alat kesehatannya terlebih dahulu. Alat kesehatan guna mengecek kadar gula darah bisa didapatkan di apotek terdekat. Setelah melakukan pembelian alat kesehatan, Anda dapat langsung menggunakannya.

Cara yang pertama, masukkan baterai pada glukometer, setelah itu nyalakan glukometernya. Kemudian, Anda dapat mengambil strip berwarna di dalam wadah berbentuk seperti tabung kecil lalu tancapkan pada alat glukometernya. Langkah selanjutnya, Anda bisa mengambil alat berbentuk pulpen tersebut. lalu masukkan jarum berawarna biru ke dalamnya. Jangan lupa lepas tutup jarum. Ambil sebiji kapas dan basahi dengan sedikit alkohol. Usapkan kapas ke jari tengah ataupun jempol yang ingin disuntikkan. Terakhir, kalian bisa langsung menyutikkan jarum ke jari tengah ataupun jempol seseorang yang ingin diperiksa kadar gula darahnya. Setelah selesai, tekan sedikit area yang disuntikkan, lalu Anda bisa langsung menempelkan darah tersebut ke strip yang berada di glukometer tadi. Setelah itu, tunggu beberapa saat hingga glukometer berbunyi. Itulah hasil dari kadar gula darah yang berada di dalam tubuh Anda. Normalnya, gula darah pada manusia dewasa adalah 70-130 mg. Sebelum melakukan pemeriksaan gula darah dianjurkan untuk tidak makan dan minum terlebih dahulu agar hasil yang keluar lebih efektif. (*)

 

*) ANNISA LATIFATUL BAROROH, Prodi Ilmu Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Malang

 

 

 

 

Editor : M. Subchan Abdullah
#diabetes melitus #diabetes tipe 2 #diabetes tipe 1 #penyakit janting #stroke #mahasiswa UMM Malang