Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Jelang Operasional di Kota Blitar, Pabrik Rokok HM Sampoerna Digadang Mampu Serap Tenaga Kerja, Juyanto: Saling Menguntungkan...

M. Luki Azhari • Jumat, 15 Desember 2023 | 01:45 WIB

 

ilustrasi pengangguran
ilustrasi pengangguran

BLITAR - Jelang operasional pabrik rokok level nasional, PT HM Sampoerna Tbk di Kota Blitar, menjadi angin segar bagi para pencari kerja.

Terlebih, perusahaan tersebut memerlukan ribuan pekerja untuk produksi sigaret kretek tangan (SKT). Kondisi ini bisa menjadi solusi memangkas angka pengangguran di Bumi Bung Karno.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Mikro, dan Tenaga Kerja (Dinkop, UKM, dan Naker) Kota Blitar Juyanto mengatakan, berdirinya pabrik tersebut tentu akan membawa dampak signifikan.

Selain dari sisi investasi, penyerapan tenaga kerja lokal dipastikan terealisasi. Terlebih, Pemkot Blitar dan PT HM Sampoerna Tbk sudah saling sepakat terkait pemanfaatan sumber daya manusia (SDM) di Kota Blitar.

“Kerja samanya saling menguntungkan di bidang tenaga kerja. Kami sampaikan, selama yang diperlukan di kota ada, ya ambil wong kota wae. Selama kota mencukupi,” ujarnya kepada Koran ini, Rabu (13/12/2023).

Secara bertahap, rekrutmen bergulir hingga tahun depan. Perusahaan yang nantinya beroperasi di pabrik bekas rokok Apache di Kelurahan Blitar, Kecamatan Sukorejo, itu memerlukan total 3.114 pekerja.

Jumlah itu jelas lebih rendah jika disandingkan dengan masyarakat pencari kerja di Bumi Bung Karno.

Mengacu data tahun lalu, angka pengangguran tercatat 5,39 persen atau setara 4.192 orang pencari kerja.

Dari jumlah itu, tidak semua berada dalam usia produktif, tetapi sudah masuk kategori lanjut usia.

Artinya, meskipun terdapat perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan, ada potensi angka pengangguran sulit terserap maksimal.

“Dari komposisi usia itu ada yang usia kerja masuk tingkat pengangguran, ada juga yang sepuh-sepuh. Kalau ditawari pekerjaan, sudah bukan masanya. Itu akan diatasi dinas yang membidangi,” terangnya.

Baca Juga: Undang Mantan Pemain Timnas Indonesia dan Aream FC, Arif Suyono, Cara Kepala SSB Kelud Putra Kembalikan Gairah Pesepak Bola Muda di Kabupaten Blitar

Di samping faktor usia, gender yang dibutuhkan perusahaan juga jadi faktor pengangguran karena kurang terserap maksimal.

Juyanto menuturkan, sebanyak 3.000 pekerja linting yang dibutuhkan PT HM Sampoerna Tbk mayoritas berjenis kelamin perempuan.

Dia menilai mustahil jika kuota lowongan kerja mampu menyerap tenaga kerja sesuai jumlah pengangguran.

Apabila terserap seluruhnya, tentu tingkat pengangguran akan menyisakan 1 persen atau bahkan nihil.

“Tapi kembali lagi, itu sulit terpenuhi karena ada faktor usia,” jabarnya.

Meski demikian, dia tetap optimistis laju pengurangan angka pengangguran bisa lebih signifikan.

Sebab, prioritas kerja bukan hanya untuk masyarakat kategori miskin ekstrem, melainkan pengangguran secara umum. Selain itu, nantinya perusahaan rokok Gudang Garam juga akan beroperasi di Kota Blitar.

“Untuk masyarakat yang berminat, kami fasilitasi. Tapi untuk persyaratan, grade, dan kriteria, sepenuhnya menjadi kewenangan perusahaan,” tambahnya.

Adapun terkait masyarakat lanjut usia dan berstatus pengangguran, pihaknya akan berkolaborasi dengan dinas terkait lainnya untuk pengembangan kompetensi. Misalnya, pelatihan usaha rumahan demi meningkatkan ekonomi keluarga.

“Yang masih mampu kerja atau masih usia kerja, silakan manfaatkan peluang. Di luar itu, nanti kami kelompokkan lagi untuk diberi pelatihan,” tandasnya.***

Editor : M. Subchan Abdullah
#Pekera Migran Indonesia #pengangguran #sampoerna #pabrik rokok #Kota Blitar #rokok batangan