BLITAR - Persoalan pengangguran di Kota Blitar bisa berkurang meski tidak maksimal. Itu menyusul beroperasinya pabrik rokok kelas nasional, PT Sampoerna Tbk, tahun depan. Legislatif mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan peluang kerja di pabrik rokok anyar tersebut.
Ketua DPRD Kota Blitar Syahrul Alim mengungkapkan, operasional PT HM Sampoerna Tbk di Bumi Bung Karno tak hanya berdampak pada peningkatan investasi daerah. Namun juga dapat memangkas jumlah pengangguran dan mengurangi kemiskinan ekstrem.
“Ya, setelah sebelumnya Apache hengkang, saat ini pabrik lain kembali beroperasi di Kota Blitar. Ini peluang kerja yang harus dioptimalkan,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Blitar, Kamis (14/12/2023).
Politikus PDI-P ini menilai angka pengangguran di kota masih perlu penanganan.
Meski butuh proses, masyarakat pencari kerja diminta tak tutup mata dengan rekrutmen perusahaan. Sebab, tak sedikit warga yang terkadang menyerah sebelum mencoba untuk melamar.
Selain berdampak kurang apik pada kualitas sumber daya manusia (SDM), kata dia, pola pikir tersebut secara tidak langsung menghambat pemerintah dalam menuntaskan pengangguran.
Apalagi, dinas terkait juga memfasilitasi bilamana masyarakat berminat bekerja di pabrik rokok tersebut.
“Warga kota harus serius menatap ini. Memang terkadang kerjanya dirasa berat, tidak enak. Lha wong namanya kerja. Harus adaptasi untuk merasakan nyaman. Jangan sia-siakan peluang kerja,” paparnya.
Lebih dari 3.000 pekerja yang dibutuhkan pabrik rokok kretek tersebut adalah perempuan.
Meski persentase pekerja laki-laki lebih, itu sudah ketetapan perusahaan. Pemerintah tidak bisa intervensi terkait kualifikasi pelamar kerja.
Dalam hal ini, pemkot hanya berharap agar perusahaan secara optimal menggaet tenaga kerja lokal.
“Sebagai wakil rakyat, kami berharap supaya perusahaan memahami. Karena domisilnya di kota, ya paling tidak warga kota diprioritaskan,” tandasnya.
Seperti diketahui, pabrik yang nantinya menempati bekas pabrik rokok Apache di Kelurahan Blitar, Kecamatan Sukorejo, itu beroperasi mulai tahun depan.
Perusahaan tersebut akan memproduksi rokok jenis sigaret kretek tangan (SKT). Kebutuhan tenaga kerjanya mencapai 3.000 orang. Rekrutmen dibukan secara bertahap.
Saat ini jumlah pengangguran di Kota Blitar sebanyak 4.192 jiwa atau sekira 5,39 persen. Secara berkala, seluruh masyarakat akan mendapat sosialisasi rekrutmen calon pekerja di masing-masing kecamatan atau kelurahan. Hal ini dilakukan Pemkot Blitar untuk penyerapan tenaga kerja.
“Peluang tersebut kami sampaikan ke warga kota. Yang berminat dan mau kerja, kami fasilitasi ke perusahaan,” tutur Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Mikro, dan Tenaga Kerja (Dinkop, UKM, dan Naker) Kota Blitar, Juyanto.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra