Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Awal Tahun, Pasar Patok Kabupaten Blitar Operasional, Disperindag: Kami Menunggu...

Fajar Ali Wardana • Sabtu, 16 Desember 2023 | 01:26 WIB
LENGANG: Warga melintas di samping blok Pasar Patok yang belum dapat difungsikan pada akhir tahun ini.
LENGANG: Warga melintas di samping blok Pasar Patok yang belum dapat difungsikan pada akhir tahun ini.

BLITAR – Meski pengembangan Pasar Patok di Desa Sidorejo, Kecamatan Ponggok, Blitar, sudah rampung, para pedagang masih harus bersabar.

Sebab, pemkab masih menanti peresmian yang akan dilakukan oleh pemerintah pusat. Diperkirakan, kegiatan jual beli di pasar ini baru bisa digelar mulai awal tahun depan.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Blitar, Darmadi mengatakan, pembangunan tiga blok pengembangan Pasar Patok sudah selesai sebelum waktu kontraknya.

Yakni, pada 10 Desember lalu. Meskipun begitu, masih ada pekerjaan yang belum diselesaikan pada proyek yang bernilai Rp 4 miliar ini.

“Ada pekerjaan pemasangan paving yang dananya dari APBD dan ditargetkan selesai pada akhir bulan ini,"

"Namun, untuk fisik tiga blok yang didanai Kementerian Perdagangan (Kemendag, Red) sudah selesai,” ungkap Darmadi yang ditemui di kantornya, Kamis (14/12/2023).

Pantauan Koran ini di lapangan kemarin, pemasangan paving baru dilaksanakan pada blok I pasar. Sisanya bakal dilaksanakan secara bertahap selama sebulan ke depan.

Mantan camat Wlingi ini menyebut, peresmian tiga blok pengembangan Pasar Patok ini masih menunggu dari Kemendag.

Bahkan, pemeritah pusat baru saja melakukan survei ke lokasi transaksi grosir ini kemarin. Saat ini dinas masih menanti jadwal peresmian.

“Setelah pengerjaan paving selesai, tentunya akan dilakukan peresmian. Nanti peresmiannya dilakukan secara daring pada Januari,” terangnya.

Darmadi menjelaskan, nantinya bangunan baru Pasar Patok bakal menampung 59 pedagang baru dan lama.

Puluhan pedagang ini dibagi berdasarkan zona yang disesuaikan dengan jenis dagangan. Sejumlah papan penanda zona tampak terpasang di beberapa sudut blok pasar. Di antaranya, zona buah dan zona palawija.

“Ada beberapa buah yang tidak dibuatkan zona khusus. Salah satunya, durian. Karena durian termasuk komoditas musiman yang tidak setiap saat ada,"

"Namun, nantinya bila sudah tiba musim panen durian, pedagang bisa menempati salah satu zona buah,” tutur Darmadi.

Disinggung soal revitalisasi Pasar Kesamben pascaperistiwa kebakaran pada 2022 lalu, Darmadi mengaku sudah mengajukan proposal kepada Kemendag terkait permohonan bantuan anggaran.

Diperkirakan, butuh anggaran sekitar Rp140 miliar untuk merevitalisasi salah satu pasar tradisional di Kabupaten Bltiar itu.

“Kami menunggu kejelasan persetujuan dana yang diberikan oleh Kemendag dan disetujui berapa lantai untuk revitalisasi Pasar Kesamben ini,"

"Minimal dapat dibangun dua lantai. Karena jika tiga lantai, biasanya bagian paling atas tidak dimanfaatkan. Tentu nantinya juga akan dibantu dengan APBD,” pungkasnya.

Riyadi, anggota Paguyuban Pedagang Pasar Patok mengungkapkan bahwa sempat dimintai usulan dalam pembahasan pemanfaatan lahan kosong di Pasar Patok.

Menurutnya, pengembangan pasar dengan membangun tiga blok akan memudahkan para pedagang pasar.

“Kami berharap dengan pengembangan Pasar Patok ini bisa membantu masyarakat. Khususnya pedagang dan lingkungan masyarakat Ponggok,” katanya.

Untuk diketahui, pembangunan pasar ini menelan anggaran sebesar Rp 4 miliar.

Rinciannya, Rp1,3 miliar bersumber dari dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kabupaten Blitar tahun anggaran 2023, dan Rp2,7 miliar dari pemerintah pusat melalui Kemendag.***

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#pasar #Kabupaten Blitar #Pasar Patok