BLITAR - Wisata Kampung Coklat merupakan salah satu destinasi wisata unggulan yang ada di Blitar.
Tempat wisata yang identik dengan nuansa Coklat ini selalu ramai didatangi pengunjung.
Dengan beragam fasilitas yang tersedia, wisata Kampung Coklat Blitar kini banyak digandrungi wisatawan.
Bagi yang belum tahu, Kampung Coklat Blitar berlokasi di Jl. Banteng Blorok No. 18, Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar.
Namun, dari popularitasnya itu tak sedikit yang belum mengetahui bagaimanakah sejarah berdirinya Kampung Coklat Blitar? Berikut uraian sejarahnya untuk anda.
Sebagaimana disadur dari beberapa referensi, pemilik usaha Kampung Coklat ini adalah Kholid Mustofa.
Baca Juga: Jelang Nataru, Kunjungan Wisata Diprediksi Melonjak, Begini Persiapan Disbudpar Kota Blitar..
Yang mana, sebelum dikenal dan merintis Kampung Coklat, Kholid sudah merasakan jatuh bangunnya merintis sebuah usaha.
Namun, ia enggan untuk menyerah, sampai pada akhirnya Kampung Coklat ini berdiri dan berkembang pesat.
Berawal dari kegagalan beternak ayam, Kholid Mustofa mulai untuk menekuni budidaya Kakao milik kebun keluarganya.
Baca Juga: Puluhan APK di Jalan Protokol Ditertibkan Bawaslu Kota Blitar, Ini Alasannya...
Di tahun 2000 saat budidaya, harga Kakao sudah lumayan mahal. Waktu itu satu kilo kakao kering dihargai Rp9 ribu.
Dari situlah kemudian menjadi titik balik dari kegagalan yang pernah dialaminya Kholid Mustofa.
Dari usaha kakaonya itulah selanjutnya membakar motivasinya untuk mendalami budidaya kakao dengan magang di PTPN XII Blitar dan dilanjutkan di Puslit Koka Jember.
Baca Juga: Bupati Blitar Rifi Syarifah Serahkan Ratusan Sertifikat Tanah di Wonorejo
Bermodal dari pengalaman magang itu menjadi bekal menggerakan untuk membudidayakan kakao lebih masif lagi.
Hal itu dibuktikan dengan membuat pembibitan kakao sebanyak 75.000 di tahun 2005.
Program gerakan tanam kakao yang digagas Kholid terbukti sukses. Terlihat dari pesatnya perkembangan bibit coklat yang berada di desa tersebut.
Baca Juga: Prabowo Ziarah ke MBK tanpa Gibran
Pengetahuan dan wawasan Kholid Mustofa juga banyak didapatkan dari beberapa referensi dalam bidang perkakaoan di Perpustakaan Proklamator Bung Karno Blitar.
Keberhasilan dalam menggerakan program tanam kakao itulah Pak Kholid mendapat kepercayaan untuk memasok biji Kakao ke pabrik Coklat lain.
Di tahun 2007 hingga saat ini tidak kurang dari 15 ton/hari biji Kakao kering dikirim dari Kampung Coklat ini ke dalam maupun luar negeri.
Baca Juga: Hanya Ini yang Bisa Dilakukan Member BTS selama Wajib Militer, ARMY Kesepian!
Singkat cerita, Wisata Kampung Coklat pun berdiri dengan mengangkat spirit membangun perekonomian Indonesia.
Seraya mengekpresikan rasa syukur dengan berbagi ilmu dan kemanfaatan demi cita cita dari Kampung Coklat untuk Republik Of Chocolate di Indonesia.
Kampung Coklat pun semakin berkembang dengan berbagai fasilitasnya yang ada sekarang.
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra