Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Pasar Sapi Dimoro Segera Beroperasi, Ketua Komisi II DPRD Kota Blitar Sebut PAD Meningkat

M. Luki Azhari • Kamis, 21 Desember 2023 | 01:17 WIB
LAPANG: Kondisi Pasar Sapi Dimoro setelah selesai dibangun, selasa (19/12). Area ini akan kembali beroperasi pada akhir Desember.
LAPANG: Kondisi Pasar Sapi Dimoro setelah selesai dibangun, selasa (19/12). Area ini akan kembali beroperasi pada akhir Desember.

BLITAR - Para pedagang sapi bisa bernapas lega. Sebab, pembangunan area Pasar Sapi Dimoro telah rampung Selasa (19/12/2023).

Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar menargetkan pasar yang jadi jujukan pedagang luar daerah itu kembali beroperasi pada akhir bulan ini.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Blitar, Hakim Sisworo menyebut, pembangunan pasar yang menempati lahan seluas sekira 19.000 meter persegi itu selesai tepat waktu. Dalam waktu dekat, pasar tersebut sudah bisa dimanfaatkan pedagang sebagai pengungkit ekonomi.

“Beberapa pedagang sudah bloking di lokasi tersebut. Karena memang sebelum direvitalisasi, mereka sudah bertempat di situ,” ujarnya seusai meninjau Pasar Dimoro, Selasa (19/12/2023).

Pantauan di lapangan, titik landasan, patok tambatan sapi, musala, serta kios tuntas dibangun.

Sejumlah titik tersebut memang jadi fokus revitalisasi pasar sapi ini. Terutama untuk mengantisipasi saat musim penghujan. Sebab, tak jarang kondisi tanah yang becek jadi keluhan pedagang.

Pembangunan Pasar Sapi Dimoro merupakan salah satu dari 10 proyek strategis Pemkot Blitar tahun anggaran 2023.

Total anggaran yang digelontor pemkot untuk proyek revitalisasi ini sebesar Rp 3 miliar bersumber dari APBD Kota Blitar 2023.

Meski telah tuntas, sejumlah pedagang mengusulkan penambahan paranet agar lokasi berdagang lebih teduh.

“Teman-teman mau pasang paranet secara swadaya, karena kami anggaran tidak ada untuk atapnya. Nanti akan kami upayakan cukupi,” imbuhnya.

Rencananya, pemasangan atap akan menunggu relokasi pedagang Pasar Templek selesai. Sebab, terdapat sejumlah atap yang tidak lagi terpakai. “Sudah kami coba upayakan dengan menanam pohon, tapi tidak bisa langsung cepat tumbuh,” terangnya.

Pihaknya memperkirakan pasar tersebut mampu menampung hingga 750 ekor sapi. Kapasitas maksimal itu bisa saja terjadi ketika memasuki pasaran kalender Jawa, yakni Pon dan Legi.

“Tidak sedikit pedagang yang dari luar kota. Makanya perlu perbaikan untuk menunjang roda perekonomian,” tandasnya.

Terpisah, Ketua Komisi II DPRD Kota Blitar Yohan Tri Waluyo mengatakan, pembangunan pasar sapi tersebut jadi angin segar bagi pedagang. Sebab, kini kondisinya lebih mendukung dari sebelumnya.

Untuk itu, pihaknya meminta agar pasar tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal.

“Semestinya ini juga bisa meningkatkan dari sisi PAD. Minat untuk bertransaksi di sini harapannya lebih baik,” ucapnya.

Politikus Partai Gerindra ini membenarkan bahwa belum ada atap yang terpasang di pasar sapi itu. Salah satu penyebabnya karena keterbatasan anggaran.

“InsyaAllah nanti di 2024. Seumpama tidak cukup dari APBD, wali kota menyarankan disperindag kirim proposal ke Kemendag (Kementerian Perdagangan) supaya dapat bantuan anggaran,” tandasnya.

Sebelumnya, selama pasar direvitalisasi, pedagang sapi menempati lahan sementara. Persisnya di barat pasar sapi. Lokasi tersebut berseberangan langsung dengan Pasar Loak dan kios relokasi eks pedagang Jalan Mastrip.***

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#pasar #pasar sapi #Disperindag #Kota Blitar