BLITAR - Kabupaten Blitar punya destinasi wisata pantai baru. Namanya Pantai Serit.
Pantai Serit masih satu kawasan dengan Pantai Serang di Desa Serang, Kecamatan Panggungrejo, Kabupaten Blitar.
Lokasi Pantai Serit hanya tiga kilometer sebelah barat Pantai Serang.
Keindahan Pantai Serit di Kabupaten Blitar sudah tak diragukan lagi. Namun di balik keindahannya ternyata ada cerita menarik di baliknya.
Konon dahulu pantai serit pernah dikunjungi oleh salah satu raja Kerajaan Majapahit, yakni Prabu Hayam Wuruk.
Di masa lalu, Hayam Wuruk dipercaya pernah melakukan tapa Brata di Pantai Serit.
Baca Juga: Keindahan Wisata 'Gancet' di Blitar, Lanskap Pantai dan Air Terjun Umbul Waru Jadi Satu!
Lokasi yang dijadikan tempat tapa Brata oleh Prabu Hayam Wuruk diyakini adalah sebuah tebing berundak yang menjorok ke arah laut.
Tebing itu memiliki ketinggian sekitar 20 meter dan memiliki bentuk yang unik.
Jika diperhatikan, bentuk tebing itu mirip struktur candi berundak.
Baca Juga: Intip Cantiknya Pantai Dung Dowo Blitar, Surga Tersembunyi yang Menawan Hati
Tak hanya itu, di bagian belakang pantai ini juga terdapat sebuah bukit. Di tengah bukit tersebut terdapat susunan batu andesit yang juga diyakini sebagai tempat meditasi.
Tebing dan susunan batu andesit di bukit belakang pantai inilah yang diyakini sebagai tempat menepi Prabu Hayam Wuruk.
Pantai Serit menjadi salah satu pantai di Blitar yang masih alami dan jarang dikunjungi oleh wisatawan.
Pantai ini berlokasi di balik tebing sebelah barat Pantai Serang, di Kecamatan Panggungrejo, Blitar.
Lokasinya yang tersembunyi inilah yang membuat Pantai Serit jarang dikunjungi oleh wisatawan.
Pasalnya untuk menuju kesana pengunjung harus berjalan kaki mendaki tebing yang jaraknya sekitar 400 meter atau bisa juga berjalan memutari area tambak udang dan melewati lahan tebu.
Namun anda tak perlu khawatir karena setelah itu semua lelah akan terbayar dengan keindahan pantai ini yang masih asri dan suasananya yang tenang sehingga sangat cocok sebagai tempat untuk melepas penat dari rutinitas sehari-hari.***
Editor : Luqman Hakim