Melihat Pameran Kreasi Daur Ulang Limbah di Kota Blitar, Ada Replika Pohon Natal dari Galon sampai Busana dari Kertas Semen
BLITAR - Suasana lantai dasar mal Blitar Square sedikit berbeda. Area yang biasa diisi pameran buku, furnitur atau mebel, kini jadi lokasi pameran seni kreatif, Kamis (21/12/2023).
Para peserta pameran saling unjuk kebolehan melalui karya-karya seninya, bahkan ada yang mampu menyulap limbah plastik menjadi seni estetis. Berbagai karya estetis itu tercipta dari tangan kreatif para pegiat bank sampah.
Seperti diungkapkan Devita Ayu, 25, warga Kelurahan Karangsari, Kecamatan Sukorejo, Blitar.
Dia dibuat terkesima dengan penampakan pohon Natal yang terpampang di pintu masuk. Sebab, pohon Natal itu terbuat dari botol daur ulang.
“Ini tentu satu hal yang baru, utamanya kami umat Kristiani yang sesaat lagi merayakan Natal. Bentuknya juga bagus. Bisa jadi referensi kreasi plastik,” ujarnya sambil mengamati pernik di pohon Natal tersebut.
Sorot mata sebagian pengunjung lainnya tertuju pada manekin di belakang kaca. Busana yang terpasang di patung tersebut bukan dari brand terkemuka dengan harga fantastis.
Melainkan, kreasi pakaian fashion style dari bungkus semen yang disulap sedemikian rupa hingga tampak kekinian.
Hasil tangan-tangan terampil lainnya juga tampak pada kreasi hiasan lampu dari pipa paralon. Ketika belum menyala, penampilannya biasa saja. Namun, bias cahaya dengan kesan estetik muncul ketika lampu menyala.
“Ada juga busana dari jaring paranet, lalu dihias bunga-bunga plastik. Kemudian, permainan anak dari kardus bekas dan sampah. Kreatif,” papar salah seorang pengunjung lainnya.
Panitia Festival Kreasi Daur Ulang Sampah, Asfarodin Nur Aini, 49, menjelaskan, kegiatan tersebut hasil kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Blitar.
Pria yang setiap hari juga memproduksi kerajinan tangan dari sampah plastik ini menyebut, pameran itu selayaknya bisa menjadi wadah edukasi bagi khalayak umum.
Warga Kelurahan Plosokerep, Kecamatan Sananwetan, ini mengatakan bahwa sejatinya sampah tetap bisa dimanfaatkan. Baik organik maupun anorganik.
Sampah organik bisa dimanfaatkan sebagai budi daya magot ataupun pakan unggas. Kemudian, limbah anorganik seperti plastik dapat diolah menjadi kreasi bernilai ekonomis.
“Ini hasil kreasi dari teman-teman bank sampah Kota Blitar. Tiap RW ada satu bank sampah. Semua bisa didaur ulang. Tinggal kreasi kita bagaimana. Kresek pun bisa,” paparnya.
Tak cuma untuk pameran, barang-barang bernilai ekonomis itu juga dijual. Misalnya, tas berbahan bungkus kopi atau detergen ukuran tertentu dibanderol Rp30 ribu hingga Rp50 ribu. Lalu, lampu hias pipa paralon Rp50 ribu, dan banyak lagi lainnya.
Tuntas menuangkan kreativitas, beberapa perajin limbah tersebut rupanya masih berjuang melawan tantangan pemasaran.
Menurutnya, pemerintah harus terus memberikan kesempatan seluas-luasnya agar kreasi tersebut makin dikenal masyarakat. Selain untuk edukasi, ajang pameran kreasi daur ulang sampah bisa jadi peluang bisnis yang menjanjikan.
“Memang harus seperti ini, aktif perkenalkan produk bank sampah ke masyarakat. Bagi kami, ingin terus memperkenalkan produk, selain menginspirasi juga menguntungkan,” tandasnya.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra