BLITAR – Kunjungan wisata Candi Penataran diprediksi mengalami peningkatan signifikan di akhir tahun ini. Itu tak lepas dari momen libur panjang natal dan tahun baru (nataru).
Koordinator Juru Pelihara Candi Penataran Agus Setiono menuturkan bahwa jumlah kunjungan wisata cenderung mengalami peningkatan pascapandemi Covid-19. Tak adanya penarikan biaya tiket masuk bagi para pelancong jadi salah satu alasan kenapa destinasi wisata ini jadi spot jujukan. “Untuk jumlah pastinya nanti saya kurang tahu. Namun biasanya liburan tahun baru itu banyak pengunjung,” ujarnya.
Dia mengaku, selama masa pandemi, jajaran juru pelihara hampir tidak melayani pelancong. Itu karena masyarakat enggan untuk bepergian atau berwisata karena khawatir dengan kondisi kesehatannya. Bahkan, bisa dibilang jumlah pengunjung Candi Penataran selama masa pandemi mengalami penurunan tajam. “Kalau dulu saat pandemi jumlah pengunjung tidak ada. Soalnya ini dipengaruhi oleh pandemi. Pemerintah juga memberikan arahan saat itu,agar candi tidak dibuka dulu,” ujarnya.
Begitu kegiatan wisata mulai dibuka pada 2020 lalu, jumlah kunjungan wisata berangsur meningkat. Tercatat ada sebanyak 2.072 kunjungan selama Periode September 2020. Tapi, para pengunjung diwajibkan untuk menerapkan protokol kesehatan (prokes). Jajaran pengelola juga menerapkan kebijakan lain seperti halnya membatasi jumlah kunjungan dalam sehari hingga membatasi waktu kunjungan selama satu jam.
Jumlah kunjungan tertinggi di tahun ini tercatat ada di angka 12.466 orang. Jumlah itu didominasi oleh pengunjung dengan latar belakang umum. Yakni mencapai 7.436 orang.
Sedangkan, periode Agustus disebut jadi masa paling seret. Sebab jumlah pengunjung yang berwisata hanya berkisar di angka 4.973 orang. Adapun kunjungan turis mancanegara di akhir tahun ini juga diprediksi melonjak. Sebagai gambaran, jumlah pengunjung asing hanya sekitar 50 orang per bulan. Sedangkan, di awal bulan ini saja julah pengunjung mancanegara mencapai 101 orang.
“Yang paling banyak itu ketika Sabtu, Minggu dan masa libur sekolah. Dalam sehari bisa menyentuh 800 orang,” jelasnya. (mg2/dit)
Editor : Luqman Hakim