BLITAR - Keberadaan Pasar Pahing di barat simpang empat Jalan Mahakam, Kelurahan Tanjungsari, Kecamatan Sukorejo, Blitar, kurang dilirik masyarakat.
Meski sudah berdiri selama satu dekade ini, pasar tersebut kurang mampu bersaing dengan pedagang digital dan sayur keliling.
Seorang pedagang yang enggan menyebut namanya mengungkapkan, kondisi pasar yang sepi sudah berlangsung lebih dari setahun.
Kondisi ini sempat lebih parah ketika bersamaan dengan pandemi Covid-19.
"Ya kalau penghasilan tidak pasti. Tapi ya begini sekarang keadaannya, semoga ada upaya dari pemerintah biar bisa hidup lagi pasarnya," ujarnya.
Dalam sehari, lanjut dia, jumlah pembeli yang mengunjungi pasar atau kiosnya tidak menentu.
Dia meminta agar eksistensi Pasar Pahing bisa kembali apik sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya pedagang.
"Harapannya cuma biar ramai, untuk kesejahteraan pedagang, juga pembeli," tuturnya.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Blitar Hakim Sisworo tak tutup mata dengan kondisi tersebut.
Pasar itu memang perlu penyegaran sebagai stimulan pengungkit roda perekonomian.
Namun begitu, pihaknya enggan tergesa merombak area perdagangan ini.
"Kami lihat dulu pedagang antusiasnya bagaimana. Kalau dibangun lagi, lalu tidak terpakai, ya buang-buang duit," ungkapnya, Sabtu (23/12/2023).
Baca Juga: Eksistensi Pasar Tradisional di Blitar Makin Terancam, Salah Satu Pemicunya Disebabkan Hal Ini..
Diketahui, saat ini jumlah pedagang yang menempati kios Pasar Pahing terus menyusut.
Dari total kapasitas 40 pedagang, kini hanya tersisa 4 pedagang yang bernaung di area dalam. Sementara itu, pedagang di area luar tetap bertahan.
Dinas berencana melakukan sentuhan pada area akses masuk karena situasi pasar kurang representatif.
Perbaikan juga dilakukan agar Pasar Pahing lebih berdaya saing sehingga mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD) retribusi pasar.
"Kami menilai perlu lebih dibuka aksesnya. Supaya enak terlihat dari luar. Selain itu, parkir biar mudah," ungkapnya.
Kesan mati suri Pasar Pahing lantas membuat dinas putar otak. Melalui komunikasi dengan paguyuban pedagang, Pasar Pahing akan dirombak lebih bervariasi.
Tak cuma menjual sayur-mayur, tapi juga ikan hias, tanaman hias, serta aneka kuliner. Namun begitu, belum diketahui rinci estimasi anggaran untuk perbaikan pasar.
"Itu kan sudah hampir 10 tahun lebih. Juga kalah dengan online, bakul ethek. Tapi kalau bisa tetap kami ramaikan, dengan jualan tidak hanya sayur-mayur," tandasnya.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra