BLITAR - Bawaslu Kabupaten menemukan 7 surat suara rusak pada hari pertama sortir lipat di gudang KPU, kemarin (26/12/2023).
Surat suara rusak itu dimungkinkan dari pabriknya dan ketika proses sortir lipat.
Ketua Bawaslu Kabupaten Blitar Nur Ida Fitria mengatakan, bahwa hari pertama sortir lipat dimulai pukul 09.00 WIB.
Ada sekitar 52 petugas memproses tersebut dan bekerja hingga malam hari, tentu dengan diberikan beberapa jam untuk istirahat.
“Untuk sementara ada 7 surat suara yang rusak, ketika kami melakukan pengawasan pada Selasa pukul 14.00 WIB,"
"Surat suara yang rusak itu mengalami robek pada beberapa bagian. Namun tidak parah hingga mengenai nama caleg, meski begitu masih tidak bisa digunakan saat pemilu,” ungkap Ida, sapaan akrabnya, Rabu (27/12/2023).
Dia melanjutkan, bahwa robek surat suara rata-rata pada bagian pinggiran dan pada posisi lipatan. Bahkan ada robekan surat suara sampai mengenai nomor partai.
Alasan itu yang membuat 7 surat suara itu dikategorikan rusak dan tidak bisa digunakan saat pemilu.
Dimungkinkan potensi kerusakan surat suara ini akan bertambah hingga hari berikutnya.
Sebab, Ida menemui 1 kelompok sortir lipat menemukan dua surat suara rusak. Sehingga pihaknya akan terus mengawasi terkait jumlah surat suara rusak dan perkembangan sortir lipat
“Kami belum bisa memastikan penyebab robeknya surat suara. Bisa jadi robek dari pabrik atau saat proses sortir. Namun saya menemukan 1 surat suara robek di tengah, tandanya saat pelipatan itu robek,” terangnya.
Dia menjelaskan ada 14 kelompok petugas sortir lipat, yang terdiri dari 3 sampai 4 orang.
Dalam satu kelompok ada 2 orang bertugas meneliti surat suara rusak dan 2 orang melipat surat suara. Setelah itu, mereka menghitung surat suara dan mengemasnya dengan karet.
Petugas sortir lipat ini ketat dalam pengawasannya, karena tidak diperbolehkan membawa makan dan minum di dalam gudang.
Maka dari itu, mereka harus izin ke KPU untuk makan dan minum di luar ketika jam istirahat.
“Karena selisih surat suara yang dicetak dan rusak, jika tidak cocok akan terjadi permasalahan. Maka dari itu ketat proses sortir lipatnya,” pungkasnya.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra