BLITAR - Pengurus Kabupaten (Pengkab) Taekwondo Blitar masih berumur sekitar satu tahun.
Namun sudah membuat bangga dengan memborong 26 medali pada ajang kejuaraan provinsi (kejurprov) di Madiun pekan lalu.
Ketua Umum Pengcab Taekwondo Indonesia Kabupaten Blitar, Rizal Chaniago mengatakan, mereka mengirim 27 atlet pada kejurprov taekwondo yang berlangsung di Madiun pada 15 hingga 17 Desember 2023.
Puluhan atlet itu terdiri dari usia 9 tahun hingga 19 tahun dan didominasi oleh atlet yang berusia dini.
“Secara rinci, kami berhasil meraih 13 medali emas, 11 medali perak, dan 2 medali perunggu. Sehingga dari 27 atlet yang dikirim, hanya satu yang gagal memperoleh medali,” ujar Rizal Dia melanjutkan, 26 medali diraih dari dua kategori yaitu kyorugi dan poomsae.
Kyourugi adalah kategori pertandingan 1 lawan 1, sedangkan poomsae merupakan kategori yang menampilkan jurus yag dikuasai atlet. Butuh waktu hampir 2 bulan untuk mempersiapkan kejurprov hingga akhirnya meraih 26 medali.
Rizal -sapaan akrabnya- menjelaskan, sebagian besar atlet yang dikirim ke Madiun berada di bawah binaan taekwondo Pengcab Blitar.
Tentu mereka diambil dari klub-klub taekwondo di Kabupaten Blitar dan telah melewati serangkaian seleksi.
“Dari semua medali yang didapat di kejurprov taekwondo ini, kami jadikan untuk menambah jam terbang bagi para atlet yang kami bina,"
"Selain itu, hasil yang dicapai juga menambah pengalaman dan mental bagi para atlet taekwondo Kabupaten Blitar,” ungkapnya.
Sayangnya, olahraga asal Korea Selatan ini di Kabupaten Blitar masih sepi peminat. Maka dari itu, atlet binaanya banyak yang masih berumur 10 hingga 12 tahun.
Rizal mengakui taekwondo memang kalah pamor dibandingkan bela diri lainnya. Karena sampai kini, jumlah atlet senior taekwondo di Kabupaten Blitar masih sedikit Untuk menyiasatinya, pengurus taekwondo Kabupaten Blitar merintis atlet dari usia dini.
Mereka menjalani latihan di sejumlah titik yang ada di Kabupaten Blitar. Di antaranya, di pendapa dan Kabupaten Blitar, Alun-Alun Lodoyo, Kelurahan Kademangan, dan gedung serbaguna Nglegok.
“Syukurnya dari sejumlah atlet usia dini yang kami miliki, beberapa sudah mengikuti kejuaraan di tingkat Jawa Timur,"
"Bahkan sudah terbukti kemampuannya dengan mendulang medali. Proses pembibitan atlet untuk membantu perkembangan taekwondo di Kabupaten Blitar,” pungkasnya.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra