Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Keseruan Pameran Karya Hasil P5 Siswa SD di Kota Blitar, Asah Kreativitas, Ajari Berniaga antara Siswa, Guru, dan Wali Murid

M. Subchan Abdullah • Kamis, 28 Desember 2023 | 16:00 WIB
SERU: Siswa SDI Srengat ketika membuat kerajinan sebagai proyek kurikulum merdeka.
SERU: Siswa SDI Srengat ketika membuat kerajinan sebagai proyek kurikulum merdeka.

BLITAR-Suasana halaman di salah satu SD di Srengat itu tidak seperti biasanya. Sejumlah stan berjejer rapi menjual berbagai macam makanan hingga kerajinan. Usut punya usut, produk-produk yang dijual tersebut merupakan hasil karya siswa.

Dalam pameran itu, para siswa berperan sebagai penjual dan wali murid serta guru sebagai pembeli. Generasi penerus bangsa itu diajarkan cara berniaga yang baik.

Salah satu guru kelas, Intan Nur Sabila mengatakan, gelar karya siswa ini merupakan gelar karya proyek penguatan profil pelajar Pancasila (P5) kurkikulum merdeka. Proyek tersebut dijadikan ajang untuk menggali kreativitas siswa secara akademik maupun nonakademik. Semua siswa menjajakan hasil kerajinan mereka sesuai dengan tema masing-masing kelas. “Temanya tentang kewirausahaan,” katanya kepada koran ini.

Intan menjelaskan, siswa kelas 1 sampai dengan kelas 6 berkarya dengan membuat berbagai kerajinan. Mulai batik tulis, batik jumputan, gantungan kunci dari kain flanel, hingga menyulam.

“Gelar karya ini sengaja dipamerkan kepada masyarakat umum dan wali murid sebagai laporan hasil dari pelaksanaan kurikulum merdeka dan P5,” terangnya.

Perempuan 24 tahun ini mengatakan, kerajinan para siswa dibuat selama satu semester melalui mata pelajaran prakarya. Puncaknya, kerajinan yang telah dibuat lalu dijual melalui bazar tersebut. Hasil karyanya berupa dompet, tas, tempat pensil, masker,dan sebagainya.

Selama pembuatan karya, siswa dibebaskan membuat motif apa saja. Guru memberikan contoh pola-pola sederhana mulai dari bunga, daun, dan buah-buahan.

Adapun implementasi dari pembentukan karakter siswa yang diajarkan seperti gotong royong, kemandirian, penalaran kritis, dan kreativitas dalam kegiatan pembelajaran.

“Dengan proyek kurikulum merdeka ini tentu dapat melatih kreativitas siswa, sosialisasi antarteman sebagai satu tim, hingga kemampuan berkomunikasi. Caranya dengan menjual karya mereka kepada orang lain,” bebernya

Nantinya, hasil karya yang telah terjual akan dimasukkan ke dalam uang kas. Selain itu juga sebagai donasi. (*/c1/sub)

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#sd #P5 #pendidikan #Kota Blitar