BLITAR - Dia bisa membuat dan membuktikan bahwa disabilitas bisa bepergian dan berjualan selayaknya orang normal pada umumnya. Itu karena keberhasilannya dalam membuat sepeda disabilitas.
Dia membantu disabilitas lain dalam memenuhi keinginan untuk memiliki kendaraan yang bisa digunakan.
Menjadi disabilitas tidak semudah yang dibayangkan kebanyakan orang. Terlebih dalam beraktivitas atau bepergian.
Sering kali, mereka terkendala kendaraan atau infrastruktur yang ada.
“Kaki saya itu lumpuh. Disebabkan karena jatuh dari lantai tiga saat kerja konstruksi di Surabaya,” jelasnya.
Pria yang sudah 7 tahun memakai kursi roda ini tidak patah semangat. Dia berusaha keras, terutama dalam mencukupi akses kebutuhannya.
Maka dari itu tercetuslah kendaraan roda empat yang basis montor bebek. Kendaraan buatanya ini merupakan satusatunya di Kabupaten Blitar.
“Ini saya desain dan buat-buat sendiri, khususnya dalam kelistrikan kendaraan. Namun untuk pengelasan, saya meminta bantuan teman saya,” jelasnya.
Pembuatan kendaraan ini disesuaikan dengan konsisi kakinya yang lumpuh. Serta keharusan ke mana-mana menggunakan kursi roda.
Dengan mendesain sendiri, maka akan tahu kekurangan dan kebutuhan agar sesuai dengan kondisi fisiknya.
“Kalau dilempar ke bengkel itu, kemungkinan lebih mahal. Terlebih belum tentu bengkel paham dengan apa kebutuhan dan keinginan saya,” ujarnya.
Pembuatan kendaraan agar se suai kebutuhanya membutuhkan waktu sekitar 2 bulan 1 minggu.
Dia mengaku bahwa untuk desain memerlukan waktu terlama. Butuh 2 bulan mendesain dan seminggu untuk membuat.
Anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp5 juta untuk biaya modifikasi. Anggaran ini dipergunakan untuk berbagai hal seperti pembelian lampu yang safety. Serta berbagai penambahan lainnya seperti roda, besi, tombol-tombol, dan kabel.
Karena keberhasilanya dalam membuat sepeda montor khusus disabilitas ini, dia juga menerima jasa pembuatan dengan anggaran terendah Rp5 juta. Jika di bawah harga tersebut, maka keawetan dan penampilan akan berpengaruh.
“Sejauh ini saya enggak promo. Namun saling saring, jika ada yang pengin, nanti saya bantu buatkan sesuai kondisi pemesan,” jelasnya.
Selama dia berkeliling ke Blitar untuk berjualan cemilan, dia sudah membantu pembuatan sepeda disabilitas bagi tiga orang dengan kekurangan masingmasing.
Seperti ada yang cacat tangan kanannya sehingga mengharuskan untuk memindah gas, serta pernah membuatkan sepeda motor dengan roda belakang bertambah dua.
“Kalau yang mengerjakan orang normal itu biasanya yang penting jadi. Sehingga kurang paham akan kebutuhan si disabilitas. Maka dari itu, saya menerima jasa ini,” jelasnya. (mg2/c1/din)
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra