BLITAR - Sejumlah kerawanan mulai diantisipasi menjelang kedatangan logistik gelombang kedua. Terutama logistik berupa surat suara.
Kerawanan itu berkaitan dengan logistik rusak dan kondisi cuaca yang tidak bisa diprediksi. Hal itu berpotensi menghambat distribusi logistik Pemilu 2024. Seperti ketika ada logistik yang rusak, baik kotak suara, bilik suara, ataupun surat suara, maka harus segera dikembalikan. Tentunya melalui mekanisme yang sama seperti di awal.
“Artinya, dengan proses pengadaan di KPU RI maupun provinsi, datanya harus sinkron dengan data yang ada di pusat maupun dengan penyedia,” kata Komisioner KPU Kota Blitar Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM Rangga Bisma Aditya, Kamis (25/12/2023).
Kemudian, masalah cuaca yang tidak bisa diprediksi. Misalnya, Desember ini sudah memasuki musim hujan. “Dua kerawanan itu yang secara praktis harus diperhatikan kaitannya dengan logistik pemilu,” tambahnya. Jika keamanan kurang maksimal, logistik rawan rusak.
Meski begitu, ujar Rangga, KPU sudah melakukan berbagai antisipasi agar logistik yang sudah tiba tetap tersimpan dengan aman. Salah satu upayanya menyiapkan alas untuk menyimpan logistik dari palet plastik. Dengan begitu, alas tidak mudah lapuk seperti ketika menggunakan kayu.
Kemudian, menyimpan logistik di tempat yang aman dari kebocoran. Jika memang atap bocor harus segera diperbaiki. Untuk mengetahui bocor atau tidaknya, tentu menunggu hujan. Selain itu juga untuk memastikan kelembapan udara di ruangan.
Petugas KPU yang berjaga di gudang juga selalu siaga apabila terjadi permasalahan yang membahayakan logistik. Seperti rutin mengecek kebocoran dan kelembapan. “Kami selalu memonitor logistik. Di gudang sudah ada empat petugas yang disiapkan. Jika sewaktu-waktu ada permasalahan segera melapor dan diselesaikan,” tandasnya. (ink/c1/sub)
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra