BLITAR-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar belum menentukan angka pasti terkait berapa kunjungan wisata mancanegara (wisman) pada tahun depan. Padahal. banyaknya wisatawan dari luar negeri bisa menambah devisa negara.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi dan Usaha Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Blitar, Arkham Maulana menjelaskan, tahun ini ada 140 kunjungan wisman di Kabupaten Blitar.
“Saya berharap tahun depan ada kunjungan lebih besar lagi, mungkin naik 150-an. Soalnya, secara potensi, Blitar memiliki berbagai wisata. Baik alam, budaya, dan sejarah. Maka perlu ada optimalisasi potensi yang ada,” ujarnya.
Dia mengaku bahwa pekerjaan untuk menggaet para turis untuk datang ke Bumi Penataran tidaklah mudah. Perlu adanya banyak persiapan, baik dari sarana prasarana, pemasaran berbasis bahasa asing, dan tour guide. Dengan begitu, pemerintah lebih memilih untuk tidak selalu menargetkan berapa jumlah kunjungan. Namun, lebih menekankan besaran kunjungan secara total.
“Secara spesifik, kepala dinas kebudayaan dana pariwisata belum menjelaskan berapa besaran kunjungan wisman pada tahun depan. Namun yang jelas, untuk jumlah kunjungan secara keseluruhan diharapkan bisa lebih naik daripada tahun ini,” lanjutnya.
Menurut dia, kedatangan warga asing ke Bumi Penataran dipengaruhi oleh pengalaman pribadi, kenalan, dan belajar sesuatu yang ada di Blitar. Seperti studi terkait Kresnayana, belajar memahami relief candi, dan belajar fotografi. “Mereka (wisman, Red) yang datang itu kebanyakan sudah tahu Blitar. Sedangkan kemampuan kami untuk mendatangkan wisatawan asing itu masih belum punya, masih membutuhkan usaha panjang,” ujarnya. (mg2/c1/din)