BLITAR – KAI menambah perjalanan KA untuk momen libur Natal dan tahun baru. Frekuensi perjalanan KA pun meningkat.
Pengguna jalan yang melintas di perlintasan sebidang KA untuk ekstra hati-hati, terutama di perlintasan tanpa palang pintu.
”Ya, frekuensi perjalanan KA bertambah banyak dan juga kecepatan mencapai 120 km/jam,” terang Manajer Daop 7 Madiun, Kuswardojo.
Kuswardojo mengatakan, frekuensi perjalanan KA selama masa libur Nataru mencapai 106 atau bertambah 10 perjalanan. Perjalanan KA itu terdiri dari 60 KA jarak jauh, 32 kereta Commuterline Dhoho-Penataran, dan 14 KA barang.
“Penambahan angkutan KA itu untuk mengantisipasi lonjakan penumpang pada momen libur Nataru,” terangnya.
Memasuki hari ketujuh masa angkutan nataru, KAI Daop 7 Madiun mencatat sebanyak 58.293 penumpang KA atau naik 20,5 persen dibandingkan okupansi pada 2022, yakni sebanyak 48.380 pada periode yang sama.
Di stasiun Blitar, per 26 Desember tercatat ada 920 penumpang yang naik. Sementara penumpang yang turun atau datang sebanyak 748 orang. Lalu pada 27 Desember hingga pukul 10.00 tercatat 626 penumpang naik dan 638 penumpang yang turun.
Terkait perlintasan sebidang KA, Daop 7 Madiun mencatat terdapat 213 perlintasan sebidang KA. Rinciannya, 95 perlintasan terjaga dan 118 perlintasan tidak terjaga atau tanpa palang pintu.
Di Blitar, beberapa perlintasan sebidang KA tanpa palang pintu sudah memakan korban.
Hingga 14 Desember, Daop 7 Madiun mencatat telah terjadi 45 kecelakaan di perlintasan sebidang dan jalur KA. Perinciannya, 23 kecelakaan di perlintasan sebidang dan 22 kecelakaan di jalur KA.
”Kecelakaan ini menunjukkan bahwa masih rendahnya kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas di perlintasan sebidang dan jalur KA,” ungkapnya.
Sementara itu, jumlah korban meninggal akibat kecelakaan di perlintasan KA sebanyak 28 jiwa. Dibandingkan dengan 2022, angka kecelakaan lebih tinggi yakni sebanyak 23 orang dan 12 korban meninggal di jalur KA. (sub/c1)
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra