Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Sudah Musim Hujan, Lahan Petani di Kabupaten Blitar masih Kekeringan, Zainal Abidin: Saya Cuma Berharap Ada Hujan

Mohammad Syafi'uddin • Jumat, 29 Desember 2023 | 14:00 WIB
lahan pertanian kering
lahan pertanian kering

BLITAR – Meski sudah masuk musim penghujan, rupanya tak semua petani di Bumi Penataran buru-buru mulai mengolah lahannya. Itu karena ada sebagian wilayah yang masih mengalami kesulitan air bersih.

Salah seorang petani di Desa Modangan, Kecamatan Nglegok, Zainal Abidin mengaku terpaksa membiarkan lahan sawah miliknya kosong.

Abidin bukan satusatunya petani yang belum mulai menggarap sawah di penghujugn tahun ini. Sebab, menurut pengakuannya, di Desa Modangan sendiri ada sekitar 15 petani yang memutuskan untuk “rehat” sejenak dari kegiatan bertani.

“Walaupun hujan, tetapi air belum mengalir sampai sini. Jadi lahan masih kekeringan,” ujarnya.

Kondisi cuaca yang tak menentu membuat petani bingung untuk menentukan pilihan tanaman yang akan ditanam. Opsi untuk menanam padi atau jagung dinilai masih perlu banyak pertimbangan.

Itu karena para petani masih harus menerka kondisi cuaca dalam beberapa bulan ke depan.

“Makanya petani bingung mau menanam apa. Tanaman jagung yang terbilang kuat saja juga kering,” ujarnya sambil menunjukan lahan milik tetangganya yang sudah mulai kering.

Laki-laki 52 tahun ini menerangkan, para petani hanya bisa berharap hujan dengan intensitas sedang mulai mengguyur di penghujung bulan ini. Itu karena masa penghujung tahun dinilai jadi waktu yang cocok untuk bercocok tanam.

“Bayanganya dulu di Desember sudah hujan. Sudah ada air karena hujan tapi malah hujannya kadang ada dan kadang enggak,” lanjutnya.

Dari penuturanya, selagi musim penhujan masih tak menentu, kecil harapan bagi petani untuk memulai masa tanam.

Akibatnya, sebagian besar lahan yang ada di Kecamatan Nglegok ditumbuhi tanaman liar berupa ilalang.

“Di sini tidak ada air. Bahkan sumur pun tidak ada. Jika pun ada, lokasinya jauh dan terbatas. Airnya tidak sampai di sini,” ujarnya.

Menurutnya, biasanya ketika sudah memasuki musim penghujan. Lahan sudah bisa ditanami padi ataupun jagung.

“Kalau tanam jagung itu biasanya malah dimulai saat hujan jarang-jarang. Namun karena tidak bisa merendam lahan, lahan jadi kering dan tidak bisa untuk bercocok tanam,” jelasnya.

Zainal menambahkan, pembangunan sumur oleh kelompok tani sudah dilakukan pada tiga bulan lalu.

Meski begitu, intensitas air yang dari sumur yang dimaksud belum cukup untuk mengairi semua lahan.

“Tahun lalu juga seperti ini. Tapi tahun ini merupakan yang paling parah. Bahkan yang biasanya sudah bisa tanam namun belum bisa,” ujarnya.***

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#petani #Kabupaten Blitar #kekeringan