BLITAR - Jalur Lintas Selatan atau JLS Blitar terus dikebut pengerjaannya agar segera rampung. Saat ini ada tiga trase JLS Blitar di Lot 7 yang sedang dikerjakan.
Tiga trase tersebut saat ini tengah memasuki tahapan pembebasan lahan serta lelang pengerjaan targetnya pekan depan sudah bisa dilakukan appraisal.
Tiga trase tersebut adalah Bululawang – Sidomulyo sepanjang 7,05 Kilometer (KM) dan Sidomulyo-Tambakrejo sepanjang 5,909 Kilometer (km), serta Serang-Sumbersih sepanjang 4,374 KM.
Baca Juga: Ramuan Akar Teratai, Berkhasiat dan Rendah Gula
PPK Pansela 2 Balai Besar Pelasanaan Jalan Nasional Jatim-Bali Kementerian PUPR, Grace Agustina menyebut ada dua trase yang lebih dulu dilakukan pelelangan, yakni Bululawang – Sidomulyo dan Sidomulyo – Tambakrejo.
Grace berharap tahun ini bisa penandatanganan kontrak. Ditargetkan akhir tahun ini jalur Bululawang – Tambakrejo sudah bisa dilakukan pengerjaa dan sisanya masih akan dikerjakan pada tahun depan.
“Targetnya lelang selesai pada Oktober. Karena kami masih harus menunggu persetujuan lender atau badan yang member pinjaman. Selain itu, juga harus ada penetapan dari Pak Menteri PUPR," ujarnya.
Baca Juga: Tiga Tahun Kepemimpinan Mak Rini di Kabupaten Blitar: Membangun dan Terus Perkuat Perekonomian
Usai proses lelang, pengerjaan trase Bululawang – Sidomulyo sepanjang 7,05 Kilo Meter (KM) dan Sidomulyo-Tambakrejo sepanjang 5,909 Kilometer (km) ini, akan langsung dikerjakan.
Proyek jalan yang totalnya, 12,75 KM ini, ditargetkan selesai pembangunannya pada tahun 2024 mendatang.
Sedangkan untuk trase Serang – Sumbersih juga dilakukan lelang, namun berbeda paket. Oleh karena itu, proses pengerjaan proyek jalan ini baru bisa dilakukan pada tahun depan.
Itu karena, proses lelangnya terlambat, daripada jalur Bululawang – Tambakrejo. Namun sejauh ini, menurut Grace masih lancar dalam pengerjaannya.
“Sekarang kami masih menunggu Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) dari Perhutani untuk trase Bululawang – Tambakrejo. Lalu, juga sedang dalam proses pembebasan lahan, yang masih dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Blitar,” terangnya.
PPK Pansela 2 Balai Besar Pelasanaan Jalan Nasional Jatim-Bali Kementerian PUPR pun meminta Pemkab Blitar segera menyelesaikan pembebasan lahan JLS di semua trase. Sehingga proses lelang dan pengerjaan jalan bisa langsung dilakukan setelah pembebasan lahan selesai.
Baca Juga: Bikin Merinding, Begini Kisah Horor Sopir Mobil Jenazah Rumah Sakit saat Bertugas di Blitar
Sementara itu, Kabid Bina Marga Dinas PUPR Hamdan Zulfikri Kurniawan menanggapi rancanya kelanjutan pembangunan jalan lintas selatan tersebut.
Menurutnya saat ini JLS Blitar lot 7 masih dalam tahap pembebasan lahan. Pihaknya masih menunggu hasil peta bidang dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Blitar, dan diperkirakan dalam pekan akan ini selesai.
“Selanjutnya nanti akan dilakukan appraisal. Dalam proses pembebasan lahan JLS Insya Allah tidak ada kendala. Sosialisasi ke Masyarkat juga sudah kami laksanakan. Bahkan, masyarakat sangat mendukung dan menantikan agar JLS bisa segera terbangun,” ungkapanya.
Dalam Peraturan Presiden nomor 80 tahun 2019, telah menjadi proyek stategis Nasional pembangunan Pansela di Kabupaten Blita JLS lot 7 ini terdiri dari 8 trase.
Yakni Tulungagung-Bululawang sepanjang 5,2 KM ; Bululawang-Sidomulyo sepanjang 7,05 KM ; Sidomulyo-Tambakrejo sepanjang 5,909 KM ; Tambakrejo-Serang sepanjang 12,85 KM ; Serang-Sumbersih sepanjang 4,374 KM ; Sumbersih-Ringinrejo sejauh 13,05 KM ; Ringinrejo-Jolosutro sejauh 7,53 KM ; Jolosutro-Malang sepanjang 6,8 KM.
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra