BLITAR - Mendekati akhir tahun permintaan warga di Kabupaten Blitar dalam mengurus kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) membeludak, hingga dua kali lipat dibanding hari-hari biasa.
Kepala Bidang (Kabid) Pencatatan Sipil (Capil) Dispendukcapil Kabupaten Blitar, Adi Sulaksono mengungkapkan, ketika di hari biasa layanan administrasi kependudukan (adminduk) sudah dilaksanakan di desa. Maka jarang warga datang ke kantor dispendukcapil mengurus berkas.
“Jika hari biasa itu sekitar 20 sampai 30 orang per hari mengurus langsung ke desa, begitu pun ke dispendukcapil,” ujarnya Jumat (29/12/2023).
Jumlah itu tidak seberapa jika dibandingkan dengan masa liburan. Ketika masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) jumlah pemohon adminduk naik.
“Mungkin kebetulan bertepatan dengan liburan nataru, dan pemilu tahun depan. Maka akhir tahun ini banyak mengurus e-KTP,” jelasnya.
Menurut dia, kenaikan ini disebabkan beberapa warga sebelumnya bekerja di luar kota dan remaja yang sekolah di luar daerah. Ketika masuk liburan, banyak pemohon adminduk.
Selain itu, kenaikan pemohon adminduk imbas dari pengumuman dari dispendukcapil ke desa atau kecamatan. “Segera perekaman e-KTP dalam mempersiapakan pemilu,” imbaunya.
“Sekarang itu sehari bisa 50 sampai 60 orang. Terlebih kebanyakan dari mereka yang datang itu melakukan perekaman KTP, terutama anak-anak SMA,” imbuhnya.
Dia menyatakan, peningkatan ini terjadi seusai liburan Natal selam dua hari kemarin. Setelah liburan tersebut, hingga Kamis (28/11/2023) tercatat permintaan pembuatan e-KTP sudah 100 lebih.
Untuk menanggulangi peningkatan ini, dispendukcapil menambahan alat perekaman.
“Kalau hari biasa itu satu alat. Namun jika ada kenaikan, otomatis ada penambahan alat. Kemarin kami siapkan tiga, dan untuk sekarang itu ada empat alat perekaman,” jelasnya.
Dia menduga kenaikan pemohon adminduk ini hanya sementara. Ada kemungkinan setelah liburan tahun baru usai, jumlah permintaan warga dalam membuat e-KTP akan kembali stabil.
“Sebenarnya program perekaman di desa sudah jalan. Terutama kecamatan-kecamatan yang terbilang tinggi warga belum melakukan perekaman,” ujarnya.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra