Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Unggul dan Berdaya Jual Fantastis, Varietas Pisang Ini Jadi Andalan Petani Kabupaten Blitar

Mohammad Syafi'uddin • Selasa, 2 Januari 2024 | 22:18 WIB
BELUM MASAK: Misdiono menunjukkan salah satu pohon pisang cavendish di kebunnya sebelum masuk masa panen
BELUM MASAK: Misdiono menunjukkan salah satu pohon pisang cavendish di kebunnya sebelum masuk masa panen

BLITAR – Sektor pertanian di tahun ini tampaknya bisa jadi tumpuan pengungkit ekonomi Kabupaten Blitar.

Itu tak lepas dari banyaknya kelompok tani (poktan) yang aktif menanam varietas-varietas unggulan.

Pisang cavendish salah satunya. Tapi, perlu kesadaran dari para petani untuk bermitra guna meningkatkan penghasilan dan produktivitas Tingginya minat petani menanam vairetas pisang cavendish disebabkan oleh harga yang terbilang tinggi di pasaran.

Selain itu, jenis pisang ini juga tak banyak terpengaruh oleh fluktuasi harga.

Salah seorang petani pisang cavendish di Desa/Kecamatan Selopuro, Misdiono menjelaskan, tanaman ini memiliki keungulan yang berbeda dengan pisang lainya.

“Ya, itu jika melalui mitra perusahaan. Soalnya mereka yang menyebar dan memasarkan. Sehingga bisa masuk di berbagai pasar modern,” jelasnya.

Perawatan pisang ini tak beda jauh dengan jenis pisang lainya. Petani hanya perlu memperhatikan intensitas air dan cahaya matahari yang cukup.

Itu jadi keunggulan lain yang membuat petani kepincut beralih ke cavendish.

“Ini juga pakai obat agar daun pisang tidak layu karena virus,” akunya.

Harga pisang cavendish, kata Misdiono, mencapai Rp3 ribu per kilogram (kg). Laki-laki berambut ikal ini mengaku punya sekitar 500 pohon pisang cavendish.

Dalam sepekan, jumlah produksi mencapai sekitar satu ton. Tak kurang dia bisa mengantongi sekitar Rp12 juta dalam sebulan melalui penjualan pisang cavendish.

“Mulai tanam hingga panen itu sekitar 9 bulan. Sesudah itu, setiap minggu sekali selalu panen,"

"Habisnya itu sesudah dua bulan lalu menunggu anakan pisang untuk tumbuh lagi. Dan permintaannya itu besar. Bahkan, banyak masyarakat dari luar daerah yang mencari benih ke desa sini,” bebernya.

Subkoordinator Hortikultura Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Blitar, Lina Indrayanti mengungkapkan, tren pertanian pisang cavendish di kabupaten cukup pesat.

“Di Kabupaten Blitar itu ada tiga tempat, yakni di Desa Ampelgading, Kalimanis, dan Selopuro yang membudidayakan cavendish,” ujarnya.

Setidaknya ada sekitar empat poktan yang aktif memproduksi varietas cavendish.

Selain itu, ada lima poktan yang aktif menanam varietas unggulan lain, yakni mas kirana. Total ada 200 orang petani varietas cavendish dan mas kirana di Bumi Penataran.

“Semua kelompok tani ini sudah bermitra dengan perusahaan. Sehingga, selagi sesuai spesifikasi yang disepakati, penjualanya terjamin,” ucapnya.

Saat ini, ada beberapa koperasi yang menerima hasil panen dari kelompok tani. Nantinya dari korporasi ini disetor langsung ke perusahaan.

“Dari yang saya ketahui, sekarang ini masih butuh banyak pisang. Namun, hal ini tidak bisa terlaksana karena ketersediaan benih di lapangan terbatas. Padahal bibit itu harus dari perusahaan,” lanjutnya.

Menurutnya, kemitraan ini sangat membantu masyarakat. Pasalnya, dengan bermitra ini harga pisang bisa stabil.

Bahkan pada tahun depan, potensi tanaman ini sangat besar, mengingat stok diperusahaan sudah mulai menurun.

Dia juga menjelaskan bahwa sudah mempersiapkan agar jenis pisang ini bisa diekspor. Namun, hal ini tertunda karena pisang tersebut sudah habis di pasar lokal.

“Kalau produksi lebih besar lagi, dimungkinkan kita bisa ekspor,” katanya.

Lina mengungkapkan, ada perbedaan rasa antara pisang yang ditanam di daerah tinggi dan rendah.

Dari penjelasanya, pisang cavendish akan lebih manis jika ditanam di dataran tinggi. Hal ini karena suhu di daerah tinggi lebih dingin dari dataran rendah.

“Kalau bermitra itu ada nilai tambahnya. Jika ada masalah atau kendala, perusahaan akan memberikan solusi,” pungkasnya.***

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#petani #petani pisang #pisang #Kabupaten Blitar #poktan