BLITAR-Sejak akhir Desember 2023 hingga Januari ini, parkiran kantor KPU Kabupaten Blitar dipenuhi dengan motor dari berbagai merek.
Kendaraan itu, ternyata merupakan milik para petugas sortir lipat surat suara yang bertugas di gudang KPU. Ada ratusan pekerja hari lepas bekerja hampir sehari penuh dalam menangani surat suara.
Salah satunya Krisnanik, warga Kelurahan/Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar yang tampak tertua di antara para petugas sortir lipat surat suara yang lain.
Memang dari wajahnya, jelas usianya tidak lagi muda. Namun tangannya cekatan untuk melipat satu demi satu surat suara Pemilu 2024.
Usianya sudah menyentuh 61 tahun, namun dia memberanikan diri untuk ikut menjadi buruh lipat surat suara pemilu.
“Saya ingin mencari penghasilan tambahan. Karena saya biasanya hanya berjualan aksesori rumah tanggah atau toko kelontong. Dalam sehari, berpenghasilan bersih Rp 15 ribu,” ujar Krisnanik, ditemui di gudang KPU Kabupaten Blitar.
Dia terlihat berhati-hati dalam menyortir dan lipat surat suara. Sebab bila surat suara rusak, tentu tidak bisa digunakan dalam Pemilu 2024 dan dia ikut bertanggung jawab.
Maka dari itu, dia berprinsip kerja cepat, namun tetap memperhatikan semua hal yang dikerjakannya.
Dia mengaku, alasannya ikut dalam petugas sortir lipat ini karena penghasilan sebagai pedagang toko tidak cukup, untuk kehidupannya.
Namun pekerjaan sortir lipat ini, tidak mengurangi penghasilannya dalam menjadi pedagang. Lantaran, tokonya sedang dijaga cucunya yang kini masih libur sekolah.
Pekerjaan sortir dan lipat surat suara yang dilakukan Krisnanik tentu nilainya tidak sedikit.
Dalam sehari, dia mendapatkan honor sekitar Rp200 ribu dari KPU Kabupaten Blitar. Nominal itu, tentu melebihi penghasilannya setiap hari dalam berdagang snack dan minuman.
Baca Juga: Ada Nama Tercatut di SIPOL, Bawaslu Kota Blitar Minta KPU Diskualifikasi, Komisioner: Harus Tegas!
Upah dari bekerja sortir dan lipat suara ini digunakan Krisnanik menghidupi dirinya dan cucunya di bangku SMA.
Baginya, usia bukanlah penghalang untuk terus berjuang demi kehidupan yang menjadi tanggung jawabnya.
“Saya sudah ikut sejak awal sortir surat suara, yakni 26 Desember lalu. Target saya bisa ikut sampai selesai. Syukurnya, dalam sehari bisa lipat lima kardus hingga tujuh kardus,” pungkasnya.
KPU Kabupaten Blitar memang memberikan peluang bagi warga yang butuh pekerjaan tambahan.
Syaratnya tentu memiliki waktu sehari penuh ikut menjadi petugas sortir dan pelipatan surat suara. Total petugas sortir dipekerjakan KPU Kabupaten Blitar mencapai 104 orang.
Dari ratusan pekerja tersebut ada yang anak muda namun hingga sudah lanjut usia. Mereka dibagi dalam beberapa kelompok, ada yang bertugas mengecek kondisi dan melipat surat suara. Sehingga, pekerjaan ini bisa dapat cepat selesai dengan kerja sama tim.
“Kalau gaji masih kami lihat dan komunikasikan apakah kena pajak atau tidak. Namun secara umum kisaran Rp250 ribu hingga Rp 300 ribu dalam sehari,” jelas Ketua KPU Kabupaten Blitar Hadi Santosa.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra